- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Bakhtiar Wakkang Kecewa, Soal Akses Jalan Bagi Warga di SDN 012 Bontang Selatan Belum Terealisasi

Keterangan Gambar : Bahktiar Wakkang
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Kecewa dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang memilih walk out dari rapat.
Hal ini buntut dari persoalan adanya permintaan warga di sekitar SDN 012 Bontang Selatan, yang meminta agar ada pelebaran jalan sekitar 1 meter, sehingga kendaraan bisa masuk ke permukiman mereka.
Namun, sayangnya permintaan warga soal pelebaran jalan itu urung dikerjakan. BW sapaan akrabnya menyebut Disdikbud Bontang tidak serius dan mengabaikan keinginan warga soal perluasan jalan itu, yang sudah diusulkan sejak 2022 lalu.
Baca Lainnya :
- Event 77 Dikritik Dewan, Faisal : Tidak Merata Pelaksanaannya0
- Nursalam Minta Pendirian Koperasi Tidak Pakai Kop Surat Pemerintah, Khawatir ada Pungli 0
- Komitmen Pemkot Bontang Dipertanyakan Dewan Soal Perbaikan Infrastruktur di Bontang Kuala0
- Dewan Minta Pemkot Bontang Buat Tangga Penghubung dan Jembatan Penyeberangan di Pasar Citra Mas Lokt0
- DPRD Bontang Minta pemerintah Aktif Kordinasi dengan BNN Mengentaskan Narkoba di Lingkup Pemkot Bont0
"Karena jalan di situ sempit, jadi sebelum dilakukan pembangunan ruang belajar baru di sekolah SDN 012 Bontang Selatan warga minta di tambah pelebaran jalan," ujarnya saat rapat dalam rangka penyampaian tanggapan jawaban wali kota terhadap pandangan umum fraksi-fraksi Dewan atas Raperda Kota Bontang pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022, di Ruang Paripurna DPRD, pada Selasa (6/6/2023).
Padahal, menurut BW perluasan jalan itu tidaklah memberatkan pemerintah. Apalagi, lahan di sekolah itu juga memang merupakan aset daerah, yang peruntukannya tak lain adalah untuk masyarakat.
"Kan bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk dinikmati semua warga," timpalnya.
Menyikapi hal itu, Kadisdikbud Bontang Bambang Cipto Mulyono menuturkan, terkait surat permohonan yang diajukan warga itu bukan ditujukan kepada Kadisdikbud Bontang, melainkan ke Wali Kota Bontang Basri Rase. Sehingga, pihaknya tidak bisa mengambil keputusan terkait permintaan perluasan jalan itu.
"Memang ada suratnya masuk, ditujukan kepada kepala daerah Wali Kota Bontang, saya sebagai kepala dinas kan tak bisa mengambil keputusan apa-apa," ungkapnya.
Sementara itu, berkaitan dengan pembangunan tambahan ruang belajar diungkapkan Bambang tak lain adalah keinginan warga, karena ada anak-anak yang masuk kelas siang. Wali Kota Bontang pun langsung mengalokasikan sebanyak Rp 4,4 miliar untuk pembangunan ruang tersebut.
"Pembangunannya baru dimulai Mei 2023. Untuk perluasan jalan yang diinginkan warga ini ada di dalam wilayah pagar sekolah, Pelebaran jalan kan mengurangi aset, tapi soal aset itu bukan kewenangan Disdikbud. Kalau diperlebar kita akan melepas pagar sekolah lagi, itu bukan kewenangan saya,” tandasnya. (Yy/An)










.jpg)
