- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Bakhtiar Wakkang Kecewa, Soal Akses Jalan Bagi Warga di SDN 012 Bontang Selatan Belum Terealisasi

Keterangan Gambar : Bahktiar Wakkang
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Kecewa dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang memilih walk out dari rapat.
Hal ini buntut dari persoalan adanya permintaan warga di sekitar SDN 012 Bontang Selatan, yang meminta agar ada pelebaran jalan sekitar 1 meter, sehingga kendaraan bisa masuk ke permukiman mereka.
Namun, sayangnya permintaan warga soal pelebaran jalan itu urung dikerjakan. BW sapaan akrabnya menyebut Disdikbud Bontang tidak serius dan mengabaikan keinginan warga soal perluasan jalan itu, yang sudah diusulkan sejak 2022 lalu.
Baca Lainnya :
- Event 77 Dikritik Dewan, Faisal : Tidak Merata Pelaksanaannya0
- Nursalam Minta Pendirian Koperasi Tidak Pakai Kop Surat Pemerintah, Khawatir ada Pungli 0
- Komitmen Pemkot Bontang Dipertanyakan Dewan Soal Perbaikan Infrastruktur di Bontang Kuala0
- Dewan Minta Pemkot Bontang Buat Tangga Penghubung dan Jembatan Penyeberangan di Pasar Citra Mas Lokt0
- DPRD Bontang Minta pemerintah Aktif Kordinasi dengan BNN Mengentaskan Narkoba di Lingkup Pemkot Bont0
"Karena jalan di situ sempit, jadi sebelum dilakukan pembangunan ruang belajar baru di sekolah SDN 012 Bontang Selatan warga minta di tambah pelebaran jalan," ujarnya saat rapat dalam rangka penyampaian tanggapan jawaban wali kota terhadap pandangan umum fraksi-fraksi Dewan atas Raperda Kota Bontang pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022, di Ruang Paripurna DPRD, pada Selasa (6/6/2023).
Padahal, menurut BW perluasan jalan itu tidaklah memberatkan pemerintah. Apalagi, lahan di sekolah itu juga memang merupakan aset daerah, yang peruntukannya tak lain adalah untuk masyarakat.
"Kan bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk dinikmati semua warga," timpalnya.
Menyikapi hal itu, Kadisdikbud Bontang Bambang Cipto Mulyono menuturkan, terkait surat permohonan yang diajukan warga itu bukan ditujukan kepada Kadisdikbud Bontang, melainkan ke Wali Kota Bontang Basri Rase. Sehingga, pihaknya tidak bisa mengambil keputusan terkait permintaan perluasan jalan itu.
"Memang ada suratnya masuk, ditujukan kepada kepala daerah Wali Kota Bontang, saya sebagai kepala dinas kan tak bisa mengambil keputusan apa-apa," ungkapnya.
Sementara itu, berkaitan dengan pembangunan tambahan ruang belajar diungkapkan Bambang tak lain adalah keinginan warga, karena ada anak-anak yang masuk kelas siang. Wali Kota Bontang pun langsung mengalokasikan sebanyak Rp 4,4 miliar untuk pembangunan ruang tersebut.
"Pembangunannya baru dimulai Mei 2023. Untuk perluasan jalan yang diinginkan warga ini ada di dalam wilayah pagar sekolah, Pelebaran jalan kan mengurangi aset, tapi soal aset itu bukan kewenangan Disdikbud. Kalau diperlebar kita akan melepas pagar sekolah lagi, itu bukan kewenangan saya,” tandasnya. (Yy/An)










.jpg)
