- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Babulu Siap Jadi Lumbung Pangan IKN, DPRD PPU Dorong Dukungan Pemerintah

Keterangan Gambar : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Sujiati. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, menjadi angin segar bagi daerah sekitar untuk memaksimalkan potensi ekonomi. Salah satunya Kecamatan Babulu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang ditargetkan untuk menjadi salah satu lumbung pangan utama guna memenuhi kebutuhan pangan ibu kota baru tersebut.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Sujiati, menyatakan meskipun pertanian di Babulu telah berkembang cukup pesat dalam lima tahun terakhir, masih banyak yang perlu dilakukan agar siap mengemban peran ini.
“Selama lima tahun terakhir, pertanian di Babulu lumayan berkembang. Dulu hanya panen sekali setahun, sekarang bisa dua kali setahun. Dalam tiga tahun terakhir ini, produktivitasnya memang meningkat,” ujar Sujiati.
Baca Lainnya :
- Syahrudin M Noor Minta Kemenhub Segera Revitalisasi Pelabuhan Benuo Taka0
- Pemuda Bontang Kuala Bersatu Deklarasi Tolak Politik Uang, Serukan Pilkada Damai0
- Sahabat Andalan Bone: Solid Kawal Kemenangan Cagub Nomor 2, Ini Strategi Mereka!0
- Sapto Dorong Proyek PJU Segera Direalisasikan untuk Meningkatkan Infrastruktur Kaltim0
- Tantangan Pendidikan di Kaltim Pasca Penghapusan Ujian Nasional0
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan frekuensi panen di Babulu, yang merupakan salah satu indikator keberhasilan program pengembangan pertanian di wilayah tersebut. Meskipun sudah ada kemajuan, Sujiati mengakui bahwa Babulu belum diakui secara resmi sebagai lumbung pangan bagi IKN.
“Kalau ditanya soal lumbung pangan, saat ini belum ada tanda-tanda. IKN sendiri belum pernah mengambil beras dari kita. Namun, kami berupaya agar petani bisa menjajaki peluang ini,” jelasnya.
Ia menekankan perlunya strategi yang lebih kuat agar hasil pertanian Babulu dapat masuk ke pasar pangan IKN.
Sujiati menyatakan bahwa untuk menjadi pemasok utama pangan bagi IKN, pertanian Babulu perlu didukung dengan kebijakan pemerintah yang lebih terfokus, termasuk dukungan pemerintah daerah dan pusat. Menurutnya, hal ini penting agar Babulu mampu memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan oleh IKN.
Dalam upaya mencapai target tersebut, Sujiati menyoroti pentingnya akses petani Babulu ke teknologi pertanian terbaru, pelatihan yang memadai, dan infrastruktur yang mendukung.
“Petani di Babulu harus diberi akses ke teknologi pertanian terbaru dan pelatihan yang memadai. Ini penting agar mereka dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian mereka,” tambahnya. (*)










.jpg)
