- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ismail Ingatkan Masyarakat Pentingnya Pengamalan Empat Konsensus Berne

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Persoalan menyangkut wawasan kebangsaan merupakan suatu hal yang mendasar dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Empat konsensus bangsa bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika, senantiasa menjadi pedoman bagi warga.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ismail menyebut empat konsensus bangsa bernegara sudah semestinya harus diterapkan dalam berkehidupan. Salah satu contohnya yakni menjaga persatuan dari adanya perbedaan.
Menurunya, perbedaan suku, ras, agama, dan pandangan seyogianya merupakan suatu warna dalam kehidupan. Sehingga perbedaan itu jangan dijadikan sebagai penghalang, tapi itu merupakan sebuah kekayaan.
Baca Lainnya :
- Sambut Ramadhan, Pemuda BK Bersih-Bersih Masjid0
- Edi Damansyah Masih Bisa Mencalonkan Diri Sebagai Bupati Kukar0
- Udin Sadarkan Peran Anak Muda Narkotika Musuh Bersama0
- DPRD Mahulu Belajar ke DPRD Kaltim0
- Sutomo Jabir Ingatkan Perusahaan Pertambangan Jalankan Kewajiban0
"Karena itu merupakan buah dari Kebhinekaan yang negara kita miliki," ucap Ismail dikala penyebarluasan wawasan kebangsaan di Kutai Timur, Sabtu (4/3/2023).
Politikus asal dapil VI meliputi Bontang-Kutim-Berau ini menyampaikan memasifkan gerak-gerak edukasi persoalan wawasan kebangsaan di masa saat inu sangatlah perlu, sebagai upaya preventif dari berkembangnya teknologi yang kian meluas.
Dengan harapan para masyarakat dapat mengerti dan memahami arti pentingnya kebangsaan dalam berkehidupan.
"Agar semakin mempertebal rasa kebangsaan, nasionalisme, cinta tanah air sebagai mitigasi paham komunis ataupun negatif lainnya dalam berkehidupan, bernegara dan berbangsa," jelasnya. (Ar/An/Adv)










.jpg)
