Andi Satya Soroti Krisis Tenaga Medis di Kaltim, Dorong Telemedicine dan Beasiswa Kedokteran

By Redaksi 02 Jul 2025, 18:02:17 WIB DPRD Kaltim
Andi Satya Soroti Krisis Tenaga Medis di Kaltim, Dorong Telemedicine dan Beasiswa Kedokteran

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan kekhawatiran serius terhadap minimnya jumlah tenaga kesehatan di wilayah Kaltim. Dari kebutuhan sekitar 4.000 tenaga medis, baru sekitar separuhnya yang tersedia.

Menurut Andi, rasio ideal satu dokter untuk seribu pasien masih jauh dari terpenuhi di banyak daerah, terutama di kawasan pelosok dan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Kondisi ini dinilai menjadi penghambat besar dalam pemerataan akses layanan kesehatan di Benua Etam.

“Kondisi ketimpangan ini tidak bisa dibiarkan. Pemerataan layanan kesehatan adalah hak semua warga, termasuk di daerah terpencil,” tegasnya.

Baca Lainnya :

Sebagai langkah cepat, politisi muda itu mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui layanan telemedicine. Menurutnya, di era akses internet yang semakin luas, konsultasi medis jarak jauh bisa menjadi solusi praktis bagi wilayah yang kesulitan mendapatkan tenaga dokter.

“Telemedicine bisa menjadi jembatan untuk pemeriksaan awal, terutama di wilayah yang sulit dijangkau dokter,” jelasnya.

Tak hanya itu, Andi juga mengusulkan adanya kerja sama lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi dari luar daerah, untuk mendistribusikan tenaga medis ke wilayah-wilayah kekurangan.

Untuk solusi jangka panjang, ia menyarankan pemerintah daerah memberikan beasiswa bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan pendidikan kedokteran. Beasiswa tersebut harus disertai ikatan dinas agar lulusan kembali mengabdi di daerah asal mereka.

“Ini bukan hanya soal anggaran, tapi juga investasi sumber daya manusia untuk masa depan Kaltim,” ucapnya.

Andi juga mendorong penerapan sistem rotasi tenaga medis dari wilayah perkotaan ke pedesaan dengan pemberian insentif khusus. Menurutnya, insentif tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para dokter yang bersedia bertugas di daerah terpencil.

Andi memperingatkan bahwa jika kekurangan tenaga medis ini tidak segera ditangani, upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kaltim akan terus terhambat.

“Masalah ini harus menjadi perhatian bersama. Tanpa tenaga medis yang cukup, peningkatan layanan hanya akan jadi slogan,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.