- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ananda Moeis Beri Pembekalan SDM ke PKH

Keterangan Gambar : Agenda Pembekalan SDM PKH
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kaltim melaksanakan kegiatan pembekalan SDM program keluarga harapan (PKH) terkait penanganan stunting dan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) di Hotel Grand Senyiur Balikpapan.
Kegiatan ini mengangkat tema "Mengoptimalkan peran SDM PKH dalam pelaksanaan P2K2 serta penanganan dan pencegahan stunting peserta program keluarga harapan".
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini. Dia mengatakan, dirinya memberikan penguatan dan masukan kepada para pendamping atau SDM PKH.
Baca Lainnya :
- Rapat Kordinasi Kepala Daerah, Norhayati Usman Sebut Langkah Awal Hasilkan Kinerja yang Baik0
- Empat Pimpinan DPRD Kaltim Komitmen Dukung Pengembangan Sektor Pertanian0
- Hamas Apresiasi Langkah Pj gubernur Komunikasi Intens ke Seluruh Kepala Daerah0
- Tanah Kelompok Tani Dicaplok Perusahaan di Berau, Komisi I DPRD Kaltim Gelar RDP0
- HUT Brimob ke 78, Legislator Kaltim: Dalam Bertugas Utamakan Keselematan Bangsa dan Negara0
Menurutnya, pendamping PKH adalah pekerjaan yang sangat mulia, karena mereka terjun langsung ke masyarakat memberikan semangat serta motivasi.
"Kita meminta masukan pada mereka, apa nih yang dibutuhkan oleh pendamping-pendamping PKH ini. Banyak masukan dari mereka," kata Ananda,belum lama ini.
Ananda meminta agar pemerintah memberikan support kepada pendamping PKH yang mana status mereka merupakan pegawai honorer, agar diperhatikan terkait jaminan kesehatannya.
Selain itu, dirinya juga berharap kepada pemerintah agar memberikan apresiasi kepada mereka agar bisa meningkat kesejahteraannya, termasuk dijadikan pegawai P3K atau ASN.
"Salah satu terciptanya SDM yang berkualitas itu salah satunya dari mereka, itu yang kita berikan motivasi," jelasnya.
Dengan adanya penanganan stunting oleh para pendamping PKH di masing-masing daerah, dirinya berharap tidak ada lagi stunting di Kaltim sehingga pada akhirnya bisa mewujudkan Indonesia emas.
Dirinya menekankan kembali, agar pemerintah memperhatikan SDM PKH, karena dalam bekerja melayani masyarakat bahkan tidak mengenal waktu.
"Mereka siapa yang memperhatikan, ya kita. Harapan saya itu agar mereka lebih diperhatikan lagi," pungkasnya. (Adv)










.jpg)
