- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ananda Emira Moeis Gagas Wisata Edukatif Susur Sungai Mahakam: Perpaduan Rekreasi dan Sejarah Kota

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA — Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, mendorong pengembangan wisata susur Sungai Mahakam menjadi wahana edukatif yang memperkenalkan sejarah Kota Samarinda, sekaligus melibatkan pelajar SMK kepariwisataan sebagai pemandu wisata.
Sungai Mahakam, ikon kebanggaan Samarinda, diusulkan menjadi lebih dari sekadar jalur rekreasi. Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, mendorong transformasi wisata susur sungai menjadi sarana edukatif yang mengungkap sejarah kota bagi wisatawan dan masyarakat lokal.
“Kalau bisa, tamu atau wisatawan ketika di atas kapal susur sungai diceritakan sejarah Samarinda, mulai dari siapa yang pertama kali datang hingga bangunan-bangunan yang terlihat dari Sungai Mahakam,” ujar Ananda kepada awak media saat ditemui di Samarinda, Rabu (23/07/2025).
Baca Lainnya :
- Ananda Emira Moeis Dorong Kolaborasi Majukan Pariwisata Kaltim, Infrastruktur Jadi Kunci0
- DPRD Kaltim Ingatkan Pembangunan Pabrik Etanol Harus Perhatikan Bahan Baku dan Dampak Lingkungan0
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Nilai Revisi UU IKN Terlalu Dini: Fokus Selesaikan Pembangunan0
- DPRD Kaltim Desak Pemprov Pastikan Hak Participating Interest 10 Persen dari Proyek Migas Eni0
- Komisi IV DPRD Kaltim Evaluasi Pengelolaan Lingkungan, CSR, dan Ketenagakerjaan Enam Perusahaan Tamb0
Menurutnya, sinergi antara pariwisata dan pendidikan menjadi kunci utama realisasi ide ini. Ananda mendorong agar pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan kepariwisataan dapat dilibatkan sebagai pemandu wisata melalui program magang. Selain menjadi ajang praktik, keterlibatan pelajar juga diyakini dapat meningkatkan nilai edukatif dari wisata susur sungai.
“Pelajar SMK bisa jadi pemandu wisata. Ini bukan hanya praktik lapangan, tapi juga menambah daya tarik bagi wisatawan. Kalau peminatnya banyak, jumlah kapal bisa ditambah dan kesempatan magang juga makin luas,” jelas politisi dari PDI Perjuangan itu.
Lebih lanjut, Ananda menyarankan pemanfaatan teknologi seperti audio guide dan videotron di kapal wisata untuk memperkaya pengalaman penumpang. Narasi sejarah Samarinda bisa diputar selama perjalanan, menjadikan aktivitas susur sungai sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan.
“Wisata itu jangan cuma makan-makan, menyanyi, dan foto-foto, lalu turun. Kalau ada audio sejarah, wisatawan bisa dapat ilmu dan lebih mengenal kota ini,” tegasnya.
Gagasan tersebut dinilai mampu memberi manfaat luas. Selain meningkatkan kualitas pariwisata, konsep ini juga membuka peluang bagi pelajar untuk mengembangkan keterampilan dan membangun hubungan langsung dengan dunia kerja. Sementara itu, masyarakat akan lebih mengenal sejarah kota dan turut menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya lokal.
Dengan sinergi antara dunia pendidikan, pelaku pariwisata, dan dukungan teknologi, Ananda meyakini wisata edukatif di Sungai Mahakam bisa menjadi daya tarik baru yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Ini potensi besar. Kalau dikembangkan serius, wisata susur Mahakam bisa menjadi ikon edukatif Samarinda dan memperkaya destinasi wisata berbasis sejarah di Indonesia,” tutupnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
