- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Aktivitas Pertambangan Sering Buat Kegaduhan, Komisi I DPRD Kaltim Minta Perusahaan Buat Jalan Hauli

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Komisi I DPRD Kaltim meminta pihak perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dapat menuntaskan persoalan jalan operasional pengangkutan hasil penambangan yang sedang membuat kegaduhan dikalangan masyarakat tepatnya Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu mengatakan pemerintah baik itu Pemprov Kaltim atau Pemkab Kukar mampu menyediakan akses jalan yang kerap di sebut jalan hauling itu tersendiri, terlebih berbicara tentang asas keselamatan bersama.
"Kami dari komisi I tetap menginginkan agar pemerintah ini mencarikan jalan untuk operasional itu," kata Demmu, Selasa (10/1/2023).
Baca Lainnya :
- Pansus Pertambangan Klaim Sudah Ada Dua Nama Terduga Pelaku 21 IUP Palsu0
- Paripurna Peringatan HUT Kaltim Ke-66 Harapkan Peningkatan Kinerja 0
- HUT ke-66 Kalimantan Timur, Pemprov Gelar Pesta Rakyat Sepekan0
- Biaya Kuliah di UMB Palopo Lebih Murah! Bisa Diangsur, Fakultas Ilmu Komputer Hanya Rp200 Ribu per B0
- Biaya Kuliah di UMB Palopo Lebih Murah! Bisa Diangsur, Fakultas Ilmu Komputer Hanya Rp200 Ribu per B0
Posisi dari lokasi yang diperuntukan sebagai jalan hauling itu juga bersinggungan tak jauh dengan kawasan konservasi. Namun ia mendorong supaya perusahaan serta pemerintah setempat dapat mengidentifikasi lebih dulu.
"Kalau ragu terhadap klaim itu harusnya di verifikasi lebih dulu supaya dapat dipastikan," terangnya.
Sementara itu jika setelah dipastikan justru milik warga setempat seharusnya pihak perusahaan mestinya mampu melakukan pembebasan lahan untuk kepentingan perusahaan untuk menggunakan jalan hauling. (Adv/Ar/An)










.jpg)
