- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Bontang Utara Dibatasi

Keterangan Gambar : Puskesmas Bontang Utara 1
ANALOGNEWS.id - Warga Kota Bontang mengeluhkan pelayanan Puskesmas Bontang Utara 1 karena dinilai membatasi waktu pelayanan dan pegawai yang tidak ramah dalam melayani.
Salah seorang warga-sebut saja Neng, mencurahkan pengalaman buruknya saat ingin menggunakan jasa layanan kesehatan milik Pemkot Bontang itu.
Neng merupakan ibu yang baru saja melahirkan bayi pertamanya beberapa hari yang lalu. Dengan rekomendasi pihak rumah sakit, Neng diarahkan untuk melakukan kontrol bayi di Puskesmas Bontang Utara 1 sesuai fasilitas kesehatan BPJS yang dimiliki dengan tanggal yang telah ditentukan oleh pihak rumah sakit.
Baca Lainnya :
- Paripurna Peringatan HUT Kaltim Ke-66 Harapkan Peningkatan Kinerja 0
- HUT ke-66 Kalimantan Timur, Pemprov Gelar Pesta Rakyat Sepekan0
- KPK Akan Dalami 91 Dugaan Korupsi di Kaltim0
- Raperda Penanggulangan Kemiskinan Inisiatif DPRD Masuk Tahap Konsultasi Publik0
- Ada Laporan Dugaan Dinasti di Perusda Kaltim, Komisi II : Kita Tindaklanjuti0
Namun, saat Neng ke Puskesmas. Pelayanan untuk kontrol bagi bayi yang baru lahir tidak ada pada hari tersebut. "Kita disuruh datang, tapi tidak ada layanannya dihari itu," katanya.
Padahal, sebagai layanan kesehatan yang sama-sama milik pemerintah harusnya bisa menyinkronkan pelayanan agar tidak merugikan masyarakat.
"Apalagi kita kan bawah bayi yang baru lahir, kasian kita bawah bolak-balik pakai motor," ucap Neng dengan raut wajah yang sedih.
Selain itu, Neng mengaku tidak mengetahui jadwal layanan puskesmas. Dia bilang, pemerintah ataunpujak puskesmas harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait jadwal pelayanan. Diapun mengeluhkan cara pegawai dibagian pengambilan nomor antrian yang tidak ramah.
"Jika memang tidak ada layanan, beritahu kami dengan cara yang ramah. Ini pegawainya cuek sekali," tuturnya.
Kepala Puskesmas Bontang Utara 1 Wayan Santika sempat bingung saat wartawan konfirmasi soal batasan layanan itu. "Sebentar ya saya konfirmasi dulu, saya baru tahu juga," uajrnya.
Usai dia konfrimasi, baru Wayan dapat menjelaskan alasan batasan layanan. Dia bilang, batasan layanan menghindari antrian agar tidak menumpuk.
"Tadi kami sudah konfirmasi, memang untuk pemeriksaan bayi baru lahir kita jadwalkan hari Senin, Selasa dan Kamis, kalau hari Rabu Kamis khusus tindakan IVA, pasang KB, dll. Kalau kita tidak khususkan bisa-bisa komplainan antrian akan lama menunggu. Ini juga kita lakukan terkait komplainan pasien-pasien sebelumnya, karena tindakan memerlukan waktu yang lama dan tempat juga cukup sempit. Kami juga menghindari penularan penyakit kepada bayi karena lebih lama kontak dengan dewasa," jelas Wayan. (*)










.jpg)
