- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Wakil Ketua DPRD PPU Dorong Potensi Daerah Jadi Lumbung Pangan Kalimantan Timur

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Muhammad Yusuf. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Muhammad Yusuf, mengungkapkan ambisinya untuk melihat PPU menjadi lumbung pangan utama bagi Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, potensi pertanian yang dimiliki PPU, terutama dalam produksi beras, sangat besar dan patut dijadikan ikon daerah.
“PPU memiliki potensi pertanian yang besar, khususnya dalam produksi beras, dan kami berharap ini bisa menjadi ikon kebanggaan daerah. Namun, masih ada sejumlah kendala yang dihadapi para petani, dan untuk itu, dukungan dari pemerintah pusat sangat penting,” kata Andi Muhammad Yusuf.
Salah satu kendala utama yang disoroti Andi adalah sistem pengairan di beberapa wilayah, seperti di Kecamatan Babulu, yang masih mengandalkan tadah hujan. Ketergantungan pada curah hujan membuat hasil pertanian sering tidak stabil, terutama saat musim kemarau. Kondisi ini berisiko menurunkan produktivitas dan mengancam keberlanjutan sektor pertanian.
“Sistem pengairan di Babulu masih mengandalkan hujan, dan ini jelas menghambat produksi. Petani kita butuh jaminan yang lebih baik untuk memastikan panen mereka tidak terganggu saat musim kering,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat ikut berperan aktif dalam mewujudkan solusi bagi permasalahan ini melalui program pembangunan infrastruktur pertanian yang lebih terencana.
Selain pengairan, ia juga menyebut perlunya akses yang lebih mudah terhadap teknologi pertanian modern dan distribusi pupuk yang tepat guna meningkatkan produktivitas lahan.
“Petani di PPU tidak hanya membutuhkan bantuan teknis, tetapi juga jaminan pasokan pupuk yang sesuai agar produksi pertanian mereka bisa optimal,” tambahnya. (Adv)










.jpg)
