Transformasi Penajam Paser Utara, Kesejahteraan dan Infrastruktur dalam Pembangunan IKN

By Redaksi 17 Nov 2024, 17:17:58 WIB DPRD Kaltim
Transformasi Penajam Paser Utara, Kesejahteraan dan Infrastruktur dalam Pembangunan IKN

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Muin. (Foto: HUMAS Sekretariat DPRD Kaltim


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Penajam Paser Utara (PPU) kini tengah menjadi pusat perhatian dalam proyek besar Ibu Kota Nusantara (IKN). Terletak di Kalimantan Timur, PPU bukan hanya sekadar lokasi baru ibu kota negara, tetapi juga pusat pengembangan infrastruktur yang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi kualitas hidup warganya. 

Baharuddin Muin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, memiliki harapan besar terkait perkembangan daerah ini. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di PPU harus terus berlanjut dan sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

“Proyek IKN telah membawa dampak positif, salah satunya adalah perbaikan jalan-jalan penghubung di PPU,” ungkap Baharuddin, sambil menyoroti perbaikan jalan dari Sepaku ke Petung, serta jalur menuju perbatasan yang kini jauh lebih baik. Perbaikan infrastruktur jalan ini, menurutnya, tak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang baru bagi perekonomian setempat.

Baca Lainnya :

Tak hanya itu, Baharuddin juga mengapresiasi peningkatan kualitas jalan-jalan yang menghubungkan desa-desa di PPU. Menurutnya, perbaikan infrastruktur di pedesaan ini akan memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mempererat konektivitas antarwilayah. “Dengan akses yang lebih baik, perekonomian desa-desa akan tumbuh, dan itu akan membawa manfaat langsung bagi warga,” tambahnya.

Namun, Baharuddin juga mengingatkan bahwa pembangunan fisik saja tidak cukup. Kesejahteraan sosial dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas agar seluruh warga dapat merasakan manfaat dari kemajuan tersebut. “Kami ingin kualitas hidup masyarakat ikut meningkat, tidak hanya sekadar infrastruktur,” jelasnya.

Meningkatnya infrastruktur fisik harus disertai dengan program-program yang meningkatkan kapasitas SDM, kesejahteraan, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Baharuddin menilai, kemajuan suatu daerah tidak bisa hanya diukur dari bangunan dan jalan-jalan yang megah, tetapi juga dari kesejahteraan dan keseimbangan sosial yang terbangun.

Sebagai bagian dari IKN, PPU diharapkan mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Baharuddin pun menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait dalam merancang pembangunan. “Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan sangat penting. Ini akan memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir orang saja,” tambahnya.

Ke depan, Baharuddin berharap PPU bisa berkembang tidak hanya sebagai kawasan ibu kota yang modern, tetapi juga sebagai daerah yang inklusif dan sejahtera bagi warganya. “Keberhasilan pembangunan di PPU bukan hanya tentang infrastruktur yang megah, tetapi juga tentang kualitas hidup masyarakat yang meningkat secara nyata,” ujar Baharuddin, penuh harap.

Dengan dukungan pemerintah pusat, partisipasi masyarakat, dan pengelolaan yang bijaksana, PPU diharapkan dapat menjadi model pembangunan yang tidak hanya modern dan efisien, tetapi juga merata dan berkelanjutan, yang pada akhirnya membawa kesejahteraan bagi semua pihak. (Fai/Adv/DPRDKaltim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.