- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Mengedukasi Sejak Dini, Damayanti Dorong Kurikulum Edukasi Seks di Sekolah

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Damayanti. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Di tengah meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, mengingatkan pentingnya pendidikan seks yang tepat bagi generasi muda.
Bagi politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, edukasi seks sejak dini bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan yang mendesak untuk melindungi anak-anak dari ancaman yang semakin nyata.
“Pendidikan seks harus dimulai sejak usia dini. Ini bukan lagi hal tabu, tetapi keharusan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak dari kekerasan seksual,” tegas Damayanti dengan penuh keyakinan.
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Ajak Warga Paser Bijak Pilih Pemimpin dalam Debat Publik Calon Bupati 20240
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Hadiri Acara MMP Fun Run 2024 yang Berlangsung Meriah0
- Dukung Potensi Ekspor, Wahid Dorong Pengembangan Sektor Perikanan di PPU0
- Sujiati Dorong Partisipasi Perempuan dalam Perencanaan Pembangunan di PPU0
- Anggota DPRD PPU Dorong Pembangunan Jembatan Gresik-Buluminung untuk Kemajuan Ekonomi0
Bicara tentang pentingnya pendidikan seks, Damayanti bukan hanya berbicara tentang mengajarkan anatomi tubuh. Menurutnya, kurikulum edukasi seks di sekolah harus jauh lebih dari itu.
Hal yang tak kalah penting adalah menanamkan pemahaman tentang hubungan yang sehat, serta cara-cara untuk melindungi diri dari tindak kekerasan. Ia meyakini, dengan pendidikan yang tepat, anak-anak bisa memiliki kesiapan mental untuk menghadapi situasi berisiko dan mengetahui langkah-langkah proteksi diri.
Damayanti menekankan bahwa kurikulum edukasi seks harus diterapkan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah atas.
“Untuk jenjang SD, SMP, dan PAUD itu adalah tanggung jawab kabupaten/kota. Sedangkan SMA/SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sangat diperlukan untuk memastikan program ini berjalan dengan baik," jelasnya.
Ia juga berharap agar program ini bisa lebih terstruktur dan menyeluruh, sehingga setiap anak, dari tingkat PAUD hingga SMA, memiliki akses pada informasi yang cukup untuk memahami pentingnya melindungi tubuh mereka.
Di mata Damayanti, edukasi seks tidak hanya sekadar memberi pengetahuan, tetapi lebih kepada membangun kesadaran dan rasa tanggung jawab pada diri anak-anak.
Menyadari betapa pentingnya langkah ini, Damayanti berharap dapat melihat kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pusat, agar program edukasi seks bisa diimplementasikan dengan lebih efektif di seluruh sekolah.
Harapannya, dengan adanya pendidikan seks yang komprehensif, anak-anak bisa terhindar dari kekerasan seksual dan tumbuh dengan pemahaman yang sehat tentang tubuh dan hubungan.
"Saya ingin agar anak-anak kita tahu bagaimana cara melindungi diri mereka. Kurikulum ini harus dianggap bagian penting dalam proses pendidikan, agar mereka siap menghadapi dunia yang semakin kompleks ini," ujar Damayanti.
Menurutnya, ini bukan hanya soal perubahan kurikulum, tetapi soal menyelamatkan masa depan generasi muda. Dengan pendidikan yang lebih baik dan sinergi yang kuat, ia yakin Kabupaten dan Kota di Kaltim bisa mengurangi ancaman kekerasan seksual pada anak, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi mereka untuk berkembang. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
