- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pencegahan Kanker Serviks, Komitmen Andi Satya untuk Perempuan Kaltim

Keterangan Gambar : Ilustrasi kanker serviks pada perempuan. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Di tengah kesibukannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dan seorang dokter, Andi Satya Adi Saputra tak henti-hentinya memperjuangkan upaya pencegahan kanker serviks, penyakit yang menjadi salah satu pembunuh perempuan terbesar di dunia, termasuk di Indonesia.
Dengan latar belakang medis, ia sangat paham bahwa kanker serviks adalah penyakit yang dapat dicegah, namun sering kali terabaikan oleh banyak kalangan.
"Kanker serviks ini sangat bisa dicegah, asalkan kita proaktif melakukan pencegahan sejak dini," tegas Andi Satya dengan penuh keyakinan.
Baca Lainnya :
- Mengedukasi Sejak Dini, Damayanti Dorong Kurikulum Edukasi Seks di Sekolah0
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Ajak Warga Paser Bijak Pilih Pemimpin dalam Debat Publik Calon Bupati 20240
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Hadiri Acara MMP Fun Run 2024 yang Berlangsung Meriah0
- Dukung Potensi Ekspor, Wahid Dorong Pengembangan Sektor Perikanan di PPU0
- Sujiati Dorong Partisipasi Perempuan dalam Perencanaan Pembangunan di PPU0
Menurutnya, langkah pertama yang sangat krusial adalah vaksinasi. Program vaksinasi untuk pencegahan kanker serviks, yang kini sudah mulai diperkenalkan di beberapa wilayah, perlu diperluas, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
Tidak hanya itu, Andi Satya juga menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin, seperti pap smear dan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA), untuk mendeteksi tanda-tanda dini kanker serviks, terutama bagi perempuan yang sudah berkeluarga.
"Pencegahan itu harus dilakukan dengan komprehensif. Vaksinasi di usia sekolah sangat penting, karena vaksin ini efektif mencegah infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang merupakan penyebab utama kanker serviks. Selain itu, pemeriksaan pap smear dan IVA secara rutin juga tak kalah penting untuk mendeteksi sejak dini," paparnya.
Meski langkah-langkah pencegahan ini sudah diketahui, Andi Satya mengakui bahwa kesadaran masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan pelosok Kalimantan Timur, masih sangat rendah.
Selain itu, masalah aksesibilitas layanan kesehatan turut menjadi tantangan tersendiri, sehingga banyak perempuan di wilayah terpencil yang belum mendapatkan informasi yang memadai mengenai kanker serviks dan cara pencegahannya.
“Kita punya pekerjaan besar di sini. Kita harus memastikan informasi dan layanan kesehatan bisa dijangkau oleh semua kalangan, bukan hanya di kota-kota besar, tapi juga di desa-desa dan daerah terpencil. Edukasi kesehatan tentang kanker serviks harus menjadi bagian dari program kesehatan di semua tingkat wilayah,” ujar Andi Satya dengan semangat.
Tahun 2023 menjadi momen penting bagi upaya pencegahan kanker serviks di Kaltim. Sebagai wujud nyata dari komitmennya, pemerintah daerah melalui berbagai program telah melaksanakan antara 50.000 hingga 70.000 tindakan pencegahan, baik berupa vaksinasi maupun screening kanker serviks. Angka tersebut, meskipun signifikan, tetap dinilai masih jauh dari ideal, karena banyak wilayah yang belum terjangkau oleh program tersebut.
“Jumlahnya memang sudah cukup banyak, tapi kita tidak bisa berpuas diri. Target kami adalah tidak ada lagi perempuan di Kalimantan Timur yang tidak tahu tentang vaksinasi atau tidak mendapatkan akses untuk pemeriksaan kanker serviks,” ungkapnya.
Selain itu, Andi Satya juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah, lembaga kesehatan, serta tokoh masyarakat dalam memperkuat infrastruktur kesehatan di wilayah-wilayah terpencil. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan vaksinasi dan pemeriksaan kanker serviks kepada lebih banyak perempuan.
Di penghujung wawancara, Andi Satya mengajak seluruh masyarakat, terutama perempuan, untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka. Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan kanker serviks bukan hanya investasi untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat.
“Menjaga kesehatan adalah tugas kita bersama. Mari kita manfaatkan fasilitas yang ada dan jangan ragu untuk melakukan pencegahan dini. Kesehatan itu investasi jangka panjang,” ujar Andi Satya, mengakhiri percakapan dengan penuh semangat. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
