- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Tips memulai gaya hidup nol sampah

Keterangan Gambar : Seorang pria membawa tas tote ramah lingkungan. (PHOTO: Getty Images)
ANALOGNEWS.id - Belakangan, istilah “gaya hidup tanpa limbah (zero waste)” mungkin semakin sering Anda dengar. Seperti namanya, gaya hidup tanpa limbah, atau nol sampah, adalah praktik untuk menghasilkan sampah seminimal mungkin.
Pada tahun 2014, Asia menghasilkan 870 juta ton sampah plastik. Angka ini merupakan 43% dari jumlah total di seluruh dunia. Di Singapura saja, sampah plastik rumah tangga bertambah sebanyak 1.334 ton selama penerapan lockdown kota akibat pandemi COVID-19.
Di seluruh dunia, tak diragukan lagi bahwa pandemi telah menghasilkan sampah tambahan akibat penggunaan masker, sarung tangan, dan item plastik sekali pakai lainnya.
Baca Lainnya :
- Mudik Lebaran 2022: 85,5 Juta Orang Diprediksi Pulang Kampung0
- Kasus Korupsi Ekspor Minyak Goreng, Luhut dan Putra Presiden akan Ikut Diperiksa Jika Terkait0
- Wulan Guritno Pacari Berondong, Dia Ibaratkan dengan Kisah Nabi Muhammad dengan Siti Khadijah0
- Kasus Covid-19 di Beberapa Negara Melonjak, Ini Pesan Wapres ke Pemerintah Daerah0
- Asrama Polisi di Makassar Kebakaran, 36 Rumah Petak Ludes 0
Jika angka tersebut membuat Anda takut, masih ada waktu untuk memulai gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada item sekali pakai. Ada beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkannya.
Selain itu, dengan adanya peringatan Hari Bumi pada tanggal 22 April nanti, bukankah itu cara terbaik untuk memulai?
Awali dengan membuat daftar item atau kebiasaan Anda untuk menentukan langkah yang realistis.
Sebelum memulai gaya hidup nol sampah, buatlah daftar berisi semua item yang rutin Anda beli, kebiasaan belanja Anda, dan kebiasaan gaya hidup secara umum.
Contoh kebiasaan gaya hidup, antara lain saat Anda sering membeli kapsul aluminium untuk mesin kopi, membeli daging di kedai favorit setiap akhir pekan, atau membeli pastri dari kafe dekat rumah untuk dibawa ke kantor.
Setelah memahami kebiasaan-kebiasaan semacam itu, Anda bisa menentukan apakah gaya hidup tanpa limbah adalah sesuatu yang berkelanjutan dan realistis untuk Anda wujudkan.
Tolak kemasan tambahan
Sebagai makhluk visual, kita selalu tergoda untuk membeli item dengan kemasan yang cantik. Bagaimanapun juga, kalau kita sudah niat untuk membeli sesuatu bukankah lebih baik untuk berupaya maksimal mendapatkan yang paling memuaskan diri kita, 'kan?
Jika Anda ingin mulai mengawali gaya hidup tanpa limbah, pilihlah item yang minim kemasan. Ini sesederhana menolak penggunaan tas plastik saat membeli bahan makanan segar di supermarket, atau membeli item dari pedagang grosir seperti Scoop, The Green Collective, Unpackt, dan lainnya.
Jika Anda tinggal di Malaysia, NUDE The Zero Waste Store, Bring Your Own Bottle, dan Go
Bulk adalah contoh tempat yang tepat untuk berbelanja.
Tinggal di Filipina? Echo Store, Human Nature, dan Katha Lifestyle Store adalah pilihan terbaik.
Indonesia? Naked Inc., Saruga Package-Free Shopping Store, dan The Bulkstore & Co, siap memenuhi kebutuhan belanja Anda.
Di mana pun Anda tinggal, kemungkinan besar ada toko nol sampah di sana.
Belajar untuk menggunakan ulang barang-barang
Dari ampas kopi hingga cangkang telur dan stoples kaca, akan sangat membantu jika Anda mencari tahu dengan tepat cara menggunakan ulang item-item atau benda-benda yang dianggap sebagai sampah tersebut.
Misalnya, Anda dapat menggunakan ampas kopi dan cangkang telur sebagai pupuk tanaman.
Cobalah untuk mengurangi konsumsi item sekali pakai
Jika sudah memahami gaya hidup dan kebiasaan belanja, Anda bisa mencoba mengurangi penggunaan item sekali pakai. Misalnya, jika sering membeli kopi saat berangkat menuju tempat kerja, Anda bisa mulai membawa cangkir yang dapat didaur ulang. Jika Anda sering membeli makan siang dengan dibungkus, bawalah wadah sendiri yang dapat didaur ulang.
Meskipun perubahan gaya hidup ini mungkin membutuhkan beberapa perencanaan tambahan dan mengharuskan Anda mencuci peralatan setelah digunakan, tetapi itu sepadan dengan manfaatnya. Menggunakan wadah yang dapat didaur ulang bahkan bisa membantu Anda berhemat karena semakin banyak tempat makan yang mengenakan biaya untuk gelas dan wadah makanan yang dibawa pulang.
Cobalah membuat kompos
Sisa makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian bisa dijadikan kompos. Bahkan, mungkin Anda bisa mempertimbangkan budidaya ulat hongkong untuk membantu mempercepat proses pengomposan sisa makanan. Kotoran ulat ini bisa Anda gunakan sebagai pupuk tanaman.
Ingat, Anda tidak harus melakukan semuanya sekaligus
Jika Anda sejauh ini telah berhasil mencari tahu tentang gaya hidup nol sampah, itu patut diapresiasi. Setidaknya, Anda sudah mencoba.
Gaya hidup bebas sampah mungkin memang sulit, dan jika kontribusi Anda terhadap gerakan ini adalah dengan menggunakan cangkir yang dapat didaur ulang atau beralih ke menstrual cup alih-alih menggunakan pembalut atau tampon, itu merupakan langkah yang baik. Perjalanan total menuju hidup bebas sampah memang sebuah proses panjang. Jadi, jangan terlalu menekan diri sendiri jika Anda memang belum mampu mengubah gaya hidup menjadi ramah lingkungan sepenuhnya.










.jpg)
