- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Tes HIV/AIDS di Kutai Timur: Mendorong Skrining Rutin dengan Pendekatan Berbasis Hak Asasi Manusia

ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Di tengah semakin meningkatnya kekhawatiran akan penyebaran HIV/AIDS di Kutai Timur, langkah preventif menjadi fokus utama. Salah satu anggota DPRD Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan, tampil dengan usulan progresif yang mengedepankan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui tes berkala di berbagai instansi, termasuk dinas dan sekolah.
Novel menekankan bahwa skrining awal dan tes rutin perlu dilaksanakan secara khusus bagi individu yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti pekerja seks komersial (PSK), lesbian, atau gay. "Yang terkait dalam faktor risiko tersebut ialah yang menjajakan Pekerjaan Seks Komersial (PSK), lesbian, atau gay," ungkap Novel dengan penuh keyakinan.
Bukan sekadar wacana, ide ini membawa harapan besar akan penurunan angka penularan HIV/AIDS di Kutai Timur. Novel meyakini bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam mengendalikan penyebaran virus ini. Namun, ia juga menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara upaya pencegahan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
“Ini perlu diatur dengan regulasi yang tidak melanggar hak asasi manusia, apalagi ini dalam rangka kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan komitmen Novel untuk mendorong kebijakan yang tidak hanya efektif secara medis, tetapi juga sensitif secara sosial dan etis.
Selain mengusulkan skrining dan tes rutin, Novel juga mengajak masyarakat dan pemerintah untuk mencari akar penyebab utama tingginya kasus HIV/AIDS di Kutai Timur. Ia menyoroti tempat hiburan malam sebagai salah satu faktor potensial penyebaran virus. "Sekarang tentu kita harus mencari akar masalahnya apa, dan apa penyebab utama hal ini menular dari mana. Dan hal ini pasti juga ada larinya ke tempat hiburan-hiburan malam," tambahnya.
Langkah-langkah yang diusulkan Novel Tyty Paembonan ini bukan hanya sebuah respons terhadap krisis kesehatan, tetapi juga ajakan untuk refleksi mendalam dan perubahan sosial. Dengan pendekatan yang menyeluruh dan berbasis pada hak asasi manusia, harapannya, Kutai Timur dapat menjadi contoh bagaimana daerah lain menangani tantangan serupa di masa depan. (Adv)

Baca Lainnya :
- DPRD Desak Penataan Aset Daerah yang Terintegrasi dan Transparan di Kutai Timur0
- Joni DPRD Kutai Timur Ajak Generasi Muda Tingkatkan Nasionalisme di HUT RI ke-790
- Ratusan Warga Meriahkan HUT RI ke-79 dengan Jalan Sehat dan Senam Bersama Garapan Remtal0
- Refleksi Kemerdekaan, Wabup Rendi Solihin Gaungkan Semangat Nusantara0
- Pelantikan Anggota DPRD Kutai Timur Periode 2024-2029: Jimmi dan Sayid Anjas Pimpin Sementara0
Views: 492










.jpg)
