- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Soroti RSUD AW Syahranie, Komisi IV DPRD Kaltim Sinyalir Banyak Persoalan Tak Selesai

Keterangan Gambar : Foto : Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi. (Ar)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Syahranie dikabarkan ada banyak persoalan yang perlu diperhatikan, mulai dari peningkatan pelayanan masyarakat hingga sejumlah persoalan yang tengah bergulir mengenai utang dengan beberapa pihak.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Reza Fachlevi mengatakan pada Senin (22/8/2022) lalu, ia telah memanggil beberapa pihak terkait untuk membahas sejumlah persoalan tersebut.
Politisi asal Partai Gerindra ini mengungkapkan setidaknya unit kesehatan itu memiliki piutang dengan Unit Donor Darah (UDD) di Palang Merah Indonesia (PMI) yang sebesar Rp 899 juta dari yang awalnya Rp 4 miliar, adapula piutang.
Baca Lainnya :
- Gedung Pandurata RSUD AW Syahranie Potensi Tak Selesai di 20220
- DPRD Katim Berencana Bentuk Pansus Pembahas Raperda Perubahan RTRW 2022-20240
- Ismail Bolong Mengaku Setor ke Petinggi Polri Terkait Pengamanan Tambang Ilegal di Kaltim0
- Hujan Semalaman, Sejumlah Ruas Jalan di Bontang Terendam Banjir0
- Pengedar Sabu Di Berbas, Bontang Kembali Ditangkap Polisi0
"Ada juga hutang dengan pihak lain sebesar Rp 140 miliar sudah terbayarkan sebagian, sisa Rp 80 miliar kita harapkan untuk selanjutnya tidak ada lagi hutang baik mengenai obat maupun hal lainnya," ungkap Reza Selasa (23/8/2022).
Selain itu mengenai progres kegiatan fisik pembangunan di RSUD AW Syahrani yaitu tepatnya Gedung Pandurata yang akan dikerjakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini masih belum terlaksana lantaran proses lelang yang lambat.
"Mengenai itu kabarnya kami terima sudah lelang tapi belum berjalan kegiatannya, itu yang juga kami tanyakan," jelasnya. (Ar/ADV/DPRDKaltim)










.jpg)
