- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Peresmian GKII Linggang Kebut: Simbol Harmoni dan Spiritualitas di Kutai Barat

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel saat menghadiri acara peresmian GKII Linggang Kebut. (Foto: HUMAS Sekretariat DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, KUTAI BARAT — Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti peresmian Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Linggang Kebut di Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur. Acara ini berlangsung Sabtu pagi, dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, bersama seluruh jemaat Kanaan yang turut merayakan momen istimewa tersebut.
Peresmian gereja ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat, yang menyambutnya dengan antusias. Dalam sambutannya, Ekti Imanuel mengapresiasi semangat masyarakat Linggang Bigung dalam membangun GKII Linggang Kebut, yang ia sebut sebagai simbol komitmen masyarakat terhadap nilai-nilai spiritual.
“Kami sangat mendukung pembangunan rumah ibadah seperti ini, karena ini adalah wujud nyata semangat umat dalam menjaga iman dan spiritualitas. Sebagai pemerintah, kami juga berkewajiban memastikan masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan damai,” ujar Ekti di depan para jemaat.
Baca Lainnya :
- Peran Strategis Pemuda dalam Ketahanan Pangan di Kaltim0
- Tantangan Literasi di Tengah Pesatnya Kemajuan Dunia Digital0
- Kalimantan Timur dan Tantangan Ketahanan Pangan di Era IKN0
- La Ode Nasir Perjuangkan Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan untuk Warga Balikpapan Barat0
- Gebyar Taat Pajak 2024, Menguatkan Kesadaran Warga Kaltim Akan Pajak0
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung pembangunan fasilitas keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama. Menurut Ekti, keberadaan GKII Linggang Kebut bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat penguatan komunitas yang inklusif.
“Rumah ibadah seperti GKII Linggang Kebut ini adalah fondasi penting bagi masyarakat yang harmonis. Dengan adanya tempat ini, Kutai Barat akan terus menjadi wilayah yang aman, nyaman, dan penuh toleransi, tambahnya.
Dalam acara tersebut, doa bersama dipimpin oleh para pemuka agama setempat sebagai ungkapan syukur atas berdirinya GKII Linggang Kebut. Doa juga diiringi harapan agar gereja ini dapat menjadi tempat yang membawa berkat, tidak hanya bagi jemaatnya tetapi juga bagi seluruh masyarakat sekitar.
Peresmian GKII Linggang Kebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemuka agama dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
Dengan hadirnya GKII Linggang Kebut, masyarakat Linggang Bigung kini memiliki sarana baru untuk memperkuat iman dan membangun persatuan di tengah-tengah keberagaman yang menjadi kekayaan Kutai Barat.
“Semoga gereja ini membawa banyak kebaikan dan menjadi tempat lahirnya nilai-nilai cinta kasih di tengah masyarakat,” pungkas Ekti. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
