Pasca Ledakan Pabri PKT, DLH Pastikan Kualitas Udara Normal

By Redaksi 28 Jul 2022, 10:01:56 WIB Daerah
Pasca Ledakan Pabri PKT, DLH Pastikan Kualitas Udara Normal

Keterangan Gambar : Gambar sekitar lingkungan pabrik Pupuk Kaltim


ANALOGNEWS.id -  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang telah melakukan pemantauan kualitas udara pasca ledakan di Pabrik 5 PT Pupuk Kaltim yang terjadi, Sabtu (23/7/2022).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang  Heru Triatmojo mengatakan dari hasil pemantauan yang dilakukan, pihaknya menyebut kualitas udara Kota Bontang pasca ledakan masih normal.

Dia menyampaikan agar masyarakat tidak perlu khawatir. Menurutnya, dari hasil pengambilan sampel yang dilakukan pihaknya, tidak ada pencemaran lingkungan di udara yang ditimbulkan.

Baca Lainnya :

"Kita sudah memeriksa, tidak ada yang perlu dicemaskan," kata Heru saat dikonfirmasi, Kamis (28/7/2022).

Dia menjelaskan, tim dari DLH telah diturunkan dihari kejadian untuk melakukan pemantauan dan sekaligus pengambilan sampel tentang standar baku mutu udara ambien.

Hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang baku mutu udara ambien ada tiga parameter untuk mengetahui indeks pencemaran udara yang dilakukan pihaknya.

"Ada alat yang dipasang selama 24 jam untuk mengukur indeks pencemaran dan kualitas udara," jelasnya.

Dari hasil pengukuran indeks standar pencemara udara (ISPU) kata dia, kualitas udara masih tergolong normal atau tidak melebih baku mutu yang telah ditetapkan yaitu 55. Hasil ISPU menunjukkan SO2 atau sulfur dioksida 0, kadar amonia NH3 0,1, dan PM 2,4 10 BPM.

Untuk itu, dia memastikan kualitas udara di Bontang pasca insiden over firing dalam kategori sehat. “Pada prinsipnya aman. Hanya serpihan isolator saja yang kita temukan,” ungkapnya. (Ar/An)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.