Literasi: Kunci Masyarakat Kalimantan Timur Menyongsong Era Globalisasi

By Redaksi 25 Nov 2024, 21:14:37 WIB DPRD Kaltim
Literasi: Kunci Masyarakat Kalimantan Timur Menyongsong Era Globalisasi

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Foto: HUMAS Sekretariat DPRD Kaltim)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Dalam mengarungi derasnya arus globalisasi, literasi dan penguasaan bahasa tak lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar. Sapto Setyo Pramono, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), mengingatkan pentingnya masyarakat Kaltim untuk meningkatkan kemampuan literasi guna menghadapi tantangan dunia yang semakin terkoneksi.  

“Selama ini, banyak dari kita yang memilih cara instan, menghindari membaca mendalam,” ujar Sapto saat berbincang dengan awak media. “Jika ini terus dibiarkan, kita hanya akan menjadi negara konsumen, bukan pencipta.”  

Sapto menyoroti rendahnya budaya membaca di Indonesia sebagai salah satu hambatan besar. Literasi, menurutnya, lebih dari sekadar membaca dan menulis—ini adalah kemampuan berpikir kritis dan mengolah informasi dengan bijak. Ia menekankan perlunya pendidikan literasi yang kuat, baik melalui jalur formal maupun informal.  

Baca Lainnya :

Dengan adanya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, Sapto melihat peluang sekaligus tantangan besar bagi masyarakat lokal. Menurutnya, pembangunan fisik yang masif harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam penguasaan bahasa dan literasi.  

“Potensi Kalimantan Timur untuk berkembang sangat besar. Tapi jika kita tidak siap, kita hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri,” tegasnya.  

Sapto juga mengingatkan bahwa globalisasi menuntut masyarakat untuk bisa bersaing di kancah internasional. Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu faktor penting. Ia menekankan, tanpa literasi yang kuat, masyarakat Indonesia akan kesulitan beradaptasi dengan perubahan zaman.  

Pendidikan literasi, menurut Sapto, harus dimulai sejak usia dini. Ini bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir yang kritis dan inovatif. Generasi muda harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan global dengan kesiapan yang matang.  

“Kalau kita tidak siap dengan bahasa dan literasi, kita akan tertinggal. Literasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” pungkasnya.  

Sapto berharap upaya meningkatkan literasi menjadi prioritas bersama. Literasi bukan hanya modal untuk bersaing di dunia kerja, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, mandiri, dan siap menghadapi era global.  

Di tengah perubahan besar yang melanda Kalimantan Timur, penguatan literasi menjadi fondasi untuk memastikan masyarakatnya dapat berperan aktif, bukan hanya sebagai pengamat di panggung dunia. (Fai/Adv/DPRDKaltim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.