- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Kemajuan di Era Digital, Tantangan dan Peluang Besar bagi Generasi Muda Kaltim

Keterangan Gambar : Ilustrasi pesatnya kemajuan di era digital. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Di era digital yang terus mendominasi berbagai sektor kehidupan, generasi muda Kalimantan Timur (Kaltim) dihadapkan pada tantangan besar sekaligus peluang yang menjanjikan. Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda untuk menghadapi perubahan yang cepat akibat perkembangan teknologi digital.
“Generasi muda Kaltim harus lebih siap, terutama menghadapi dampak dari perkembangan teknologi digital. Kita tidak boleh tertinggal,” ujar Sapto.
Sapto menjelaskan bahwa digitalisasi tidak hanya memengaruhi sektor teknologi, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada berbagai bidang, termasuk ekonomi dan pendidikan. Oleh sebab itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan baik agar mampu memanfaatkan peluang yang muncul dari transformasi digital ini.
Menurut Sapto, perkembangan teknologi digital memberikan banyak peluang untuk menciptakan jenis usaha baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di Kaltim. Namun, peluang tersebut hanya bisa diraih jika generasi muda memiliki kompetensi yang relevan.
“Teknologi digital bisa menjadi solusi untuk membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian daerah. Generasi muda harus memanfaatkan teknologi ini untuk berinovasi,” jelasnya.
Ia mencontohkan bagaimana banyak anak muda di daerah lain telah sukses memanfaatkan teknologi untuk memulai usaha berbasis digital, seperti e-commerce, aplikasi, dan konten kreatif.
Sapto juga menyoroti pentingnya peran pendidikan formal dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi tantangan global. Ia berharap institusi pendidikan di Kaltim, khususnya perguruan tinggi, dapat menyelaraskan kurikulum mereka dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi.
“Pendidikan jangan hanya fokus pada teori. Mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan sehingga siap bersaing di dunia kerja,” katanya.
Selain itu, ia menekankan bahwa dosen dan pengajar memiliki peran penting dalam memberikan pembelajaran yang lebih aplikatif, agar lulusan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya dalam situasi nyata.
Sapto juga menegaskan bahwa generasi muda Kaltim perlu memiliki kemampuan bersaing di tingkat internasional, terutama di era globalisasi yang semakin terintegrasi. Ia mendorong mereka untuk menguasai bahasa asing, seperti Mandarin dan Jepang, sebagai modal utama menghadapi persaingan dengan tenaga kerja asing.
“Kita hidup di era global. Untuk maju, generasi muda harus belajar lebih banyak. Bahasa Inggris saja tidak cukup. Mereka harus menguasai bahasa lain agar dapat bersaing dengan tenaga kerja asing, terutama dari Cina, Jepang, dan negara maju lainnya,” tegas Sapto.
Sapto menutup dengan pesan agar generasi muda tidak hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga terus mengasah keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia percaya, kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi adalah kunci bagi generasi muda Kaltim untuk meraih kesuksesan di era digital ini.
“Perubahan global terjadi begitu cepat. Jika kita tidak siap, kita akan tertinggal. Namun, dengan kemampuan beradaptasi dan inovasi, generasi muda Kaltim bisa menjadi pelopor di era digital,” pungkasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa tantangan digitalisasi bukanlah ancaman, melainkan peluang besar bagi generasi muda Kaltim untuk membangun masa depan yang lebih baik dan berdaya saing tinggi. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
