- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Komisi II Soroti Kinerja Perusda
Ditemukan kasus korupsi di dalam perusda?

Keterangan Gambar : Ketua Komisi II Nidya Listiyono
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Komisi II DPRD Kaltim menyoroti kinerja seluruh perusahaan daerah (Perusda) Kaltim. Ketua Komisi II Nidya Listiyono mengatakan telah ditemukan kasus korupsi di dalam perusda, maka itu semua kembali ke keimanan masing-masing pribadi.
“Yang paling berat itu ya, ini bicara iman saja lagi. Kalau bicara orang, semuanya bisa tergoda lah. Kira-kira begitu,” terang Nidya sapaannya, Rabu (22/2/2023).
Nidya mengatakan sejauh ini selalu menggaungkan langkah-langkah preventif dan mitigasi ke para pemangku kepentingan, yakni pemilik saham perusda.
Baca Lainnya :
- Potensi Penambahan PAD dari Pengurangan Emisi Karbon, Sutomo: Kaltim Beruntung0
- Wacana Pembangunan Teras Samarinda Diapresiasi Anggota DPRD Kaltim0
- Infrastruktur Minim Sebabkan Banyaknya Desa Tertinggal di Kaltim0
- Masih Ada Wilayah Tak Teraliri Air PDAM di Samarinda, Nidya Listiyono Segera Tindaklanjuti0
- Nidya Listiyono Serap Aspirasi Warga Rawa Makmur Samarinda0
“Proses seleksi direksi perusda itu kan harus terbuka, transparan, akuntabel, dan harus dipilih orang-orang yang punya kapasitas dan kredibilitas. Integritas juga paling penting,” ungkapnya.
Setidaknya dikatakan Nidya, Standard Operational Procedure (SOP) di suatu perusda bisa dijalankan dengan baik. Jika kemudian ada yang terpeleset ke sebuah kasus rasuah, maka itu bergantung pada masing-masing personal.
Nidya berharap nantinya DPRD Kaltim bisa dilibatkan dalam proses seleksi para calon direksi perusda.
“Di fit and proper misalnya. Supaya rekam jejaknya bisa terkoneksi ke kami. Memang ada second opinion ya, baik dari tim panitia seleksi (pansel), DPRD juga ada yang mewakili. Jadi kami bisa sama-sama menyeleksi,” harapnya.
“Ya harapannya, perusda-perusda yang hari ini ada, bisa menjaga kredibilitasnya. Sebab sampai saat ini masyarakat terus memonitor Anda,” sambungnya.
Menurutnya, Perusda yang bersih dan transparan saja tak cukup. Selain itu, perusda juga memang dituntut untuk dapat menghasilkan.
"Jika sekadar bersih dan transparan tapi tak menghasilkan pun bakal jadi pertanyaan besar di benak masyarakat," tutup dia. (Ar/An/Adv)










.jpg)
