- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Khawatir Longsor, Amir Tosina Minta Turap di Pemakaman Bontang Kuala Diperbaiki

ANALOGNEWS.id, BONTANG - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang kembali melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) terkait aduan masyarakat soal turap sungai di Pemakaman Umum Bontang Kuala yang mulai retak.
Ketua komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengatakan, penyebab turap itu retak dikarenakan terkikis oleh air sungai, terlebih saat banjir, jumlah debit air menjadi meluap mengakibatkan tanah bergeser ke sungai.
"Secara kasat mata memang belum terlalu parah, tapi kalau dibiarkan takutnya makin lebar sampai ke pemakaman," ujar Amir sata Sidak bersama pihak Kelurahan Bontang Kuala, Bappelitbang, PUPRK dan Perkim, Senin (5/6/2023).
Baca Lainnya :
- Banyak Infrastruktur di Bontang Kuala Rusak, Abdul Samad Sebut Pemerintah Terkesan Tutup Mata0
- Dewan Apresiasi Rencana Dishub Bontang Akan Buat Satgas Parkir Liar0
- Bakhtiar Wakkang Turut Menyayangkan Gelaran Student Expo, Pemkot Bontang Dinilai Kurang Menyeleksi 0
- Bonus Atlet Belum Cair, BW: Itu Kewajiban Pemerintah, Harusnya Sudah Selesai 0
- Agus Haris Ajak Masyarakat Bontang Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila0
Atos sapaan akrabnya ini pun meminta agar, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui dinas terkait segera melakukan perencanaan perbaikan turap itu sebelum keadaannya semakin parah.
"Jangan sampai longsor, itu harus dihindari," ungkapnya.
Selain itu, menurut Politikus Partai Gerindra ini, percepatan perbaikan itu diperlukan untuk meminimalisir penggunaan anggaran, karena kondisi turap itu rusaknya terbilang belum terlalu parah.
"Kalau nunggu rusak parah biaya perbaikannya pasti lebih besar lagi, mumpung ini belum terlalu rusak lebih baik segera di perbaiki. Jangan seperti turap-turap yang lain nunggu rusak parah baru ada respon," bebernya.
Tak hanya itu, upaya meminimalisir dampak yang lebih serius dari kerusakan turap itu disebut Amir sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah agar gerak cepat soal aduan masyarakat tersebut. Sehingga, masyarakat merasa diperhatikan oleh pemerintah.
"Ini jadi kekhawatiran bersama, jangan sampai keluhan ini dilewatkan lagi sama Pemkot," tandasnya. (Yy/An)










.jpg)
