- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ketimpangan Akses Air Bersih di Bukuan, Anhar : Warga Masih Bergantung pada Pemasok Swasta

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Di tengah pesatnya pembangunan di Kota Samarinda, akses air bersih masih menjadi persoalan serius bagi warga di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengungkapkan hanya sekitar 30 persen rumah tangga di wilayah tersebut yang terlayani air bersih dari sistem distribusi resmi pemerintah.
“Sisanya, sekitar 70 persen warga, masih bergantung pada pasokan air dari pihak swasta dengan biaya yang cukup membebani. Ini bukan soal kemewahan, tapi soal hak dasar,” ujar Anhar.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan ketimpangan pelayanan yang harus segera diatasi. Ia menegaskan, persoalan air bersih bukan hanya urusan teknis, tapi juga menyangkut keadilan sosial dan hak dasar masyarakat.
“Kami minta pemerintah kota lebih serius mengevaluasi sistem penyediaan air minum (SPAM) dan mempercepat langkah nyata agar layanan air bersih merata, termasuk di wilayah pinggiran seperti Bukuan,” tegasnya.
Anhar menambahkan, warga Bukuan tidak menuntut lebih, mereka hanya ingin diperlakukan adil dalam pemenuhan kebutuhan pokok.
“Masyarakat hanya ingin hak dasar mereka dipenuhi. Air bersih adalah kebutuhan hidup, bukan kemewahan,” pungkasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
