- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Kaltim Hadapi Krisis Daya Tampung SMA Negeri: DPRD Soroti Separuh Lulusan SMP Tak Tertampung

Keterangan Gambar : Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kaltim. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Isu ketimpangan akses pendidikan dan keterbatasan daya tampung sekolah negeri kembali menjadi topik utama dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kaltim. Dalam pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim serta kepala cabang wilayah pada Selasa, 10 Juni 2025, DPRD menyoroti kesenjangan kapasitas yang masih tajam, khususnya di kota besar seperti Balikpapan.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H Baba, mengungkapkan data yang mengkhawatirkan: hanya sekitar 51 persen lulusan SMP di Balikpapan yang dapat tertampung di SMA dan SMK Negeri.
"Masalahnya bukan hanya soal teknis pendaftaran, tapi pada struktur pendidikan yang belum seimbang. Separuh lulusan SMP harus diarahkan ke sekolah swasta karena kapasitas negeri yang belum mencukupi," ungkapnya.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Godok Tiga Ranperda Krusial: Reformasi BUMD dan Penguatan Perlindungan Lingkungan0
- Legislator Kaltim Soroti Kurangnya Antusiasme Pemda dalam Program Sekolah Rakyat Prabowo0
- DPRD Kaltim Matangkan Anggaran 2026, Sabaruddin Soroti Absennya Kepala Bapenda0
- Dugaan Malpraktik di Samarinda, Damayanti Desak Peningkatan Kompetensi dan Etika Tenaga Medis0
- Damayanti: Lawan Budaya Pasif, Generasi Muda Kaltim Harus Produktif dan Berintegritas0
Untuk mengatasi masalah krusial ini, salah satu solusi yang tengah disiapkan adalah pembangunan unit sekolah baru dan pengembangan lembaga yang sudah ada. SMK Negeri 5 Balikpapan menjadi salah satu target perluasan karena memiliki lahan cukup luas, sekitar 16 hektare.
"Ini kesempatan strategis untuk menambah rombongan belajar atau bahkan membuka unit sekolah baru," ujar H Baba.
Namun, persoalan tak berhenti pada jumlah ruang kelas. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyoroti pola pikir masyarakat yang masih terpusat pada sekolah negeri favorit. Akibatnya, distribusi siswa tidak merata, dan sekolah-sekolah lain, baik negeri maupun swasta, menjadi kurang diminati.
"Kita masih menghadapi mentalitas bahwa hanya sekolah favorit yang bagus. Padahal, semua sekolah punya potensi berkembang asal dikelola dan didukung dengan baik," jelas Darlis.
Ia juga menegaskan pentingnya peran sekolah swasta dalam sistem pendidikan di Kaltim. Pemerintah, katanya, harus memberikan perhatian yang sama agar sekolah swasta tetap mampu bersaing dan menyediakan pendidikan berkualitas.
"Kalau semua siswa didorong ke sekolah negeri, maka sekolah swasta akan mati pelan-pelan. Kita harus pastikan keberadaannya tetap kuat dan menjadi alternatif yang layak," tambahnya.
Sebagai langkah pengawasan, Komisi IV DPRD Kaltim akan melakukan monitoring langsung ke kabupaten dan kota selama pelaksanaan SPMB 2025. Fokus pengawasan tak hanya soal regulasi teknis, tetapi juga pemerataan akses dan kualitas layanan pendidikan.
Meskipun berbagai upaya telah disiapkan, tantangan pemerataan pendidikan di Kaltim masih menjadi pekerjaan besar. Pemerintah dan DPRD berkomitmen terus mencari solusi jangka panjang agar semua anak, di mana pun berada, mendapat kesempatan pendidikan yang setara. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
