- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD PPU Giatkan Upaya Cegah Perundungan di Sekolah

Keterangan Gambar : Anggota DPRD PPU, Sujiati. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Perundungan di sekolah kini menjadi sorotan utama DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Meningkatnya kasus perundungan yang berdampak negatif pada proses pembelajaran dan kesehatan mental siswa mendorong DPRD untuk mengintensifkan pengawasan dan perlindungan terhadap para siswa.
Anggota DPRD PPU, Sujiati, menyatakan pentingnya pengawasan ketat dari pihak sekolah dan keterlibatan aktif orang tua dalam upaya pencegahan perundungan.
“Terkait perundungan ini, selain pengawasan dari orang tua, pengawasan dari guru BK (Bimbingan Konseling) di sekolah juga harus maksimal,” ujar Sujiati.
Pernyataan ini menegaskan komitmen DPRD PPU untuk memastikan bahwa anak-anak mendapat perlindungan dan suasana belajar yang aman dan kondusif.
Menurut Sujiati, peran guru BK sangat vital dalam mengidentifikasi dan menangani kasus perundungan di lingkungan sekolah.
Pengawasan yang proaktif dan dialog terbuka dengan siswa dapat membantu mendeteksi tanda-tanda perundungan lebih awal dan mencegah terjadinya eskalasi yang dapat mempengaruhi kesehatan mental siswa.
Sujiati menyarankan kepada para siswa yang menjadi korban perundungan agar berani melapor dan tidak merasa takut.
“Kami ingin anak-anak paham bahwa mereka tidak sendirian. Ada dukungan dari sekolah, orang tua, dan pihak berwenang yang siap membantu,” tambahnya. (Adv)










.jpg)
