- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD PPU Desak Relokasi Pasar Waru yang Telantar untuk Kurangi Kemacetan

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, menyoroti Pasar Waru yang dibangun sejak 2016 di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, namun hingga kini belum difungsikan. Keberadaan pasar lama yang terletak di Kelurahan Waru dianggap tak layak lagi, baik dari segi kenyamanan maupun keamanan.
Syahrudin mengungkapkan bahwa kondisi lapak pedagang di pasar lama semakin kumuh dan tidak lagi dapat menampung jumlah pedagang yang terus bertambah. Selain itu, lokasinya yang sangat dekat dengan jalan provinsi memicu masalah lalu lintas.
“Kalau hari pasar, pedagang di pasar lama sampai ke pinggir jalan, mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujar Syahrudin.
Baca Lainnya :
- DPRD PPU Dorong Pemda Lakukan Tera Ulang Timbangan di Pasar untuk Hindari Kecurangan0
- Optimalisasi TPA di Penajam Paser Utara untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah0
- DPRD PPU Desak Penambahan Kuota Pupuk Subsidi untuk Petani0
- DPRD PPU Dukung Pembangunan Jembatan Tol Penajam-Balikpapan untuk Majukan Ekonomi Daerah0
- Anggota DPRD PPU Desak Pemerintah Pusat Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal di IKN0
Pasar lama yang sempit membuat pedagang harus memanfaatkan bahu jalan, dan ini memicu kemacetan terutama pada hari-hari tertentu. Selain mengganggu arus lalu lintas, kondisi pasar juga mengurangi kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung. Menurut Syahrudin, Pemkab PPU perlu memprioritaskan pengoperasian pasar baru demi kepentingan masyarakat.
Syahrudin juga menyoroti masalah infrastruktur pasar baru yang masih belum selesai 100 persen sesuai perencanaan awal. Namun, ia menekankan agar Pemkab tidak menunda lebih lama lagi penggunaan pasar baru, meskipun infrastrukturnya belum sepenuhnya lengkap.
“Meskipun hanya pasar basah, sebaiknya difungsikan saja karena kondisi pasar lama sudah tidak memadai,” jelasnya.
Wakil Ketua DPRD PPU ini berharap agar kepala dinas yang baru dapat mengambil langkah cepat untuk memfungsikan pasar baru sambil menyempurnakan fasilitas yang masih kurang. Menurutnya, jika pasar baru ini dapat segera dioperasikan, setidaknya akan mengurangi kemacetan dan kekumuhan yang terjadi di pasar lama.
“Dengan fasilitas yang lebih memadai, diharapkan pasar baru dapat menjadi pusat ekonomi bagi masyarakat sekitar Kecamatan Waru,” terangnya. (Adv)










.jpg)
