- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Dorong Peningkatan Pendidikan di PPU Hadapi IKN Nusantara

Keterangan Gambar : Haryono, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Dengan rencana perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kalimantan Timur, Haryono, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, menyerukan agar pemerintah pusat segera memperhatikan dan meningkatkan infrastruktur pendidikan di wilayah penyangga, termasuk PPU.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan baru dan pertumbuhan pesat yang akan datang.
“Kami harap dengan pemindahan IKN Nusantara, pemerintah pusat juga harus melakukan peningkatan infrastruktur pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas,” ujar Wakidi.
Ia mengungkapkan bahwa anggaran pemerintah kabupaten saat ini belum memadai untuk memperbaiki kondisi sekolah secara menyeluruh dan cepat. Banyak sekolah di PPU, terutama di wilayah pedalaman, masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, yang menghambat proses belajar-mengajar secara optimal.
Dengan perpindahan IKN yang diproyeksikan membawa arus pembangunan besar-besaran dan peningkatan jumlah penduduk, Wakidi berharap dampaknya juga terasa pada sektor pendidikan.
“Pemindahan dan pembangunan IKN Indonesia yang baru harus berdampak baik pada pemerataan gedung sekolah, khususnya di wilayah pedalaman di Kabupaten PPU,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa investasi pada pendidikan sangat krusial, tidak hanya untuk mendukung pembangunan fisik tetapi juga untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas di daerah penyangga IKN.
Menurunya, peningkatan sarana dan prasarana sekolah adalah langkah strategis untuk mempersiapkan masyarakat setempat dalam bersaing dengan pendatang dari luar daerah yang akan mengisi peluang kerja dan peluang bisnis di sekitar IKN.
“Pemerintah pusat harus melakukan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di daerah penyangga IKN,” pungkas Wakidi. (Adv)










.jpg)
