- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DLH Target Bangun 50 Bank Sampah Hingga 2025

ANALOGNEWS.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang akan menambah bank sampah di Kota Bontang untuk mengurangi sampah yang diolah di tempat pembuangan akhir (TPA).
Program ini bagain dari tercapainya target pengurangan 30 persen sampah ke TPA. Dinas Lingkungan Hidup Kota menargetkan membangun bank sampai hingga 50 unit padan tahun 2025.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Bank Sampah Induk Kota Bontang Syahkruddin. Dia mengatakan, dengan jangka waktu hingga 3 tahun ke depan, DLH berencana akan membangun bank sampah hingga mencapai 50 unit.
Baca Lainnya :
- Kurangi Sampah ke TPA dengan Bank Sampah Induk Bessai Berinta0
- DLH bersama Mahasiswa KKN Unmul Ajak Warga Selambai Jaga Ekosistem Laut0
- DLH Bersama Warga Bentuk Bank Sampah di BK0
- Kurangi Sampah ke TPA, DLH Bakal Bangun 7 Bank Sampah0
- Peringati Hari Mangrove Sedunia, DLH Bontang Tanam 1.000 Pohon Mangrove0
Dia menyampaikan, saat ini bank sampah unit di Kota Bontang telah mencapai 35, sehingga jangka waktu 3 tahun ditargetkan ada penambahan hingga 15 unit.
"Kita target tahun 2025 sudah cukup 50 unit bank sampah," katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Selain 35 unit bank sampah, DLH Bontang juga telah membangun bank sampah induk yang dapat menampung hingga 10 ton sampah setiap bulan.
Dengan kehadiran Bank sampah induk ini, Syahkruddin bilang dapat mengurangi pengiriman sampah ke TPA.
Selain mengurangi sampah ke TPA, bank sampah juga menjadi penghasilan tambahan kepada masyarakat dengan menukarkan sampah rumah tangga mereka ke bank sampah.
Sebab, sampah yang diolah ini memiliki nilai jual atau dapat didaur ulang.
"Sampah yang dapat didaur ulang bisa ditukarkan ke bank sampah," ujarnya.
"Saat ini ada 35 Bank Sampah Unit di kota Bontang hampir semua sampahnya masuk ke BSI," Syahkruddin menambahkan. (Ar/An)










.jpg)
