DLH Bontang Pantau Kualitas Udara Ambien dengan Passive Sampler
Hasil pemantauan kalitas udara tahun 2021 normal, tahun ini hasilnya akan keluar di akhir tahun.

By Redaksi 24 Jun 2022, 09:52:43 WIB Daerah
DLH Bontang Pantau Kualitas Udara Ambien dengan Passive Sampler

Keterangan Gambar : Syapriansyah, Kabid Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan DLH Bontang. (Foto-Amril)


ANALOGNEWS.id - Seiring kemajuan di bidang teknologi dan berkembangnya lokasi-lokasi industri maka memunculkan kekhawatiran akan dapat menurunkan tingkat kualitas udara atau berdampak pada tercemarnya udara. 

Pencemaran udara menurut Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara diartikan sebagai turunnya kualitas udara sehingga udara mengalami penurunan mutu dalam penggunaannya yang akhirnya tidak dapat digunakan lagi sebagaimana mestinya sesuai dengan fungsinya.

Sehubungan dengan kekhawatiran akan terjadinya penurunan kualitas udara beserta dampak negatifnya bagi makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba) serta bangunan-bangunan fisik, maka dilakukannya pemantauan kualitas udara ambien.

Baca Lainnya :

Di Kota Bontang, melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang  pemantauan kualitas udara ambien dengan metode passive sampler telah dilakukan sejak tahun 2021.

Kepala Bidang (Kabid) pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang Syapriansyah mengatakan, sesuai dengan rekomendasi Kementrian Lingkungan Hidup, pihaknya telah memasang alat pemantau udara ambien di empat titik di Bontang.

Empat titik yang dipasangi alat meliputi wilayah perkantoran, transportasi, industri dan permukiman.

"Hasil tahun lalu (2021) normal, Sedangkan untuk kualitas udara tahun ini (2022) yang di uji pada 16 Maret hasilnya belum keluar, biasanya akhir tahun," kata Syapriansyah kepada Analognews, Kamis (23/6/2022)

Syapriansyah menjelaskan, metode passive sampler merupakan metode sederhana yang digunakan  untuk pengukuran kualitas udara ambien bertujuan untuk mengetahui Indeks Kualitas Udara (IKU) yang merupakan salah satu komponen dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).

Prinsip kerja alat ini, kata dia, tidak membutuhkan power listrik karena bersifat pasif dimana alat ini berbentuk bulat dan di dalamnya terdapat kertas filter yang sudah diberi cairan khusus dari bahan kimia yang fungsinya untuk menangkap gas yang ada di udara sekeliling. 

Setelah sampling kemudian passive sampler tersebut dianalisa di laboratorium kualitas udara. Pada pemantauan kualitas udara dengan metode passive sampler, parameter yang diukur adalah SO2 dan NO2 yang dilakukan dikawasan tertentu, seperti kawasan transportasi, industri, perkantoran, dan pemukiman.

"Nantinya sampel dari alat tersebut akan diuji  di laboratorium KLHK," tuturnya.

Metode passive sampler pertama kali dikembangkan di Inggris dengan menggunakan Pb Candle untuk menyerap polutan sulfur dioksida (SO2) di udara ambien, kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengetahui kadar/konsentrasi sulfur dioksida yang terukur.

Metode passive untuk mengukur mutu udara ambien juga diterapkan di jaringan pemantauan di luar negeri seperti dari EANET, Jepang, Australia maupun Eropa.

Di Indonesia, metode passive sampler sudah digunakan sejak tahun 2008 dan terintegrasi sejak tahun 2015 dengan jumlah titik pemantauan yang terus bertambah tiap tahunnya. 

Beberapa keuntungan pemantauan dengan metode passive sampler adalah tidak memerlukan energi listrik, biaya murah dan mudah ditempatkan karena berukuran kecil. Sementara, kekurangannya adalah tidak kontinu dan parameter yang diukur masih terbatas pada NO2 dan SO2. Saat ini Teknik Lingkungan ITB sedang mengembangkan metode passive sampler untuk bisa memantau parameter PM2,5. (Ar/An)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.