- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ditinggal Kontraktor, Pembangunan Turap Jalan Longsor di Bonles Terancam Molor

Keterangan Gambar : Komisi III DPRD Bontang meninjau pembangunan torap jalan longsor di Bontang Lestari
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Pembangunan turap jalan longsor di Soekarno Hatta, Kleuatahan Bontang Lestari terancam molor.
Pasalnya, kontraktor pemenang tender tidak bertanggungjawab penuh pada proyek itu. Sehingga, pengerjaan turap dikerjakannkontraktoe oemendang nomor urut di bawahnya, pemenang urutan kedua.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang, Anwar Nurdin mengatakan, beberapa bulan terakhir tidak ada pekerja di proyek jalan longsor tersebut.
Baca Lainnya :
- DPRD Aplaus Operasi Timbang dalam Menekan Angka Stunting0
- Pelajar Sering Bolos, Rusli Minta Pemerintah Lakukan Pembinaan Serius0
- Ratusan Kader FSPKEP Bontang Gelar Aksi Demonstrasi, Tuntut Kenaikan Upah 15 Persen0
- Uji Kir Berdampak ke Peningkatan PAD, DPRD Bontang Desak Dishub Segera Operasikan 0
- Hasanuddin Mas\'ud Pertanyakan Keterwakilan Masyarakat Kaltim di IKN0
“Kendala utamanya ialah persoalan pembayaran kalau pemborongnya dari warga lokal," katanya
Dia jelaskan, pemenang tender ranking satu bukan kontraktor yang saat ini mengerjakan proyek turap longsor, akan tetapi mereka ini berada di ranking dua.
"Pemenang tender rangking satu itu tak dapat bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya. Sehingga pihak pemborong di ranking dua yang mendapat pekerjaan ini," bebernya.
Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengatakan jika pihaknya pesimis dengan proyek ini bisa selesai tepat waktu.
Progres pembangunan turap longsor di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bontang Lestari masih jauh dari target perencanaan.
"Kontraktor harus ngebut ini pengerjaannya apalagi ini harusnya rampung di akhir Desember mendatang tapi ini progresnya masih jauh," ujar Politisi Partai Gerindra itu.
Hal yang sama diungkapkan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik. Dia kendala dan penyebab terjadinya keterlambatan pengerjaan proyek turap longsor tersebut.
Sebab, proyek yang seharusnya selesai diakhir tahun ini, 2023 masih jauh dari target.
Bahkan, kata dia, beberapa waktu belakang ini para pekerja tampak sepi.
“Ini kendalanya apa? Kok progresnya baru segini. Kami ingin pekerjaan tersebut bisa sesuai dengan target,” kata Politisi PKS itu. (*)










.jpg)
