- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Dinas Perkebunan Kukar Bimbing Petani Kakau

Keterangan Gambar : Foto: Kepala Disbun Kukar, M Taufik.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Petani kakau atau coklat di Kukar mendapatkan bimbingan dan pendampingan dari Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kakau, serta mengatasi berbagai kendala yang dihadapi oleh petani.
Kepala Disbun Kukar Muhammad Taufik mengatakan, bimbingan dan pendampingan ini sesuai dengan arahan Bupati Kukar yang ingin memajukan sektor perkebunan di daerahnya.
“Kami ingin membantu petani kakau agar tidak mengalami gagal panen, karena ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi seperti hama, penyakit, dan iklim,” katanya Taufik, Jumat (8/3/2024).
Baca Lainnya :
- Dispar Kukar bakal Adakan Festival Ramadan di Tenggarong0
- Atasi Stunting, Disketapang Kukar Tingkatkan Bantuan melalui Program Gerimis0
- Kecamatan Tenggarong Tingkatkan Kualitas Infrastruktur di 20240
- Pembangunan Pasar Tangga Arung Dilanjutkan April 20240
- Sejumlah Lomba Meriahkan Festival Ramadan di Masjid Agung Tenggarong 0
Ia menjelaskan, potensi perkebunan kakau di Kukar cukup besar, terutama di Kecamatan Loa Kulu dan Kota Bangun. Saat ini, luas lahan perkebunan kakau di Jonggon Desa Kecamatan Loa Kulu mencapai 120 hektare, namun masih ada lahan potensial sekitar 300 hektare.
“Produksi kakau di Kukar cukup baik, rata-rata mencapai 1 ton per hektare per tahun,” ungkapnya.
Untuk mendukung produksi kakau, pemerintah daerah melalui Disbun Kukar memberikan berbagai bantuan kepada petani, seperti obat hama, pupuk, bibit, dan alat-alat pertanian.
Selain itu, Disbun Kukar juga bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk memfasilitasi pemasaran hasil perkebunan kakau, baik dalam bentuk biji maupun olahan.
“Kami berharap dengan adanya bimbingan dan pendampingan ini, petani kakau di Kukar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” tutup Taufik. (Adv)










.jpg)
