- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Bersiap, Penerbangan Langsung Pulau Jeju Korsel - Manado Hadir Desember

Keterangan Gambar : Ilustrasi (int)
ANALOGNEWS.id - Indonesia membuka penerbangan langsung antara Pulau Jeju, Korea Selatan dan Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Penerbangan perdana akan dilangsungkan pada Desember mendatang.
Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto mengatakan, kesepakatan yang tercapai antara Pemerintah Provinsi Sulut dan maskapai Jeju Air sangatlah bersejarah karena belum pernah dilakukan pemerintah daerah mana pun sebelumnya.
“Desember nanti, kalau semua proses berlangsung lancar, pesawat Jeju Air akan bisa terbang perdana dari Korea (Selatan) menuju Manado,” ujar Gandi, Jumat (16/9/2022), dikutip dari Kompas
Baca Lainnya :
- David Beckham Ikut Antre untuk Beri Penghormatan Terakhir ke Ratu Inggris0
- BLT Subsidi BBM Disalurkan Besok, 5.414 Warga Bontang Akan Terima0
- PKB Bontang Bersama Simpatisan Deklarasi Dukung Cak Imin di Pilpres 20240
- Dugong Punah, Ini Dampaknya Terhadap Bumi dan Manusia0
- Dipecat dari Kepolisian, Ferdy Sambo Ajukan Banding0
Menurut Gandi, konektivitas Jeju-Manado dapat menggerakkan kembali pariwisata Indonesia yang babak belur akibat pandemi.
Pada 2019, sebanyak 16,11 juta wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia. Namun, pada 2021, kunjungan merosot jauh ke angka 1,65 juta wisatawan saja.
Setelah pandemi mereda, minat wisman melancong ke Indonesia belum pulih. Selama Januari-April 2022 hanya sekitar 111.000 wisman yang tercatat masuk ke Indonesia.
“Ini keadaan yang memilukan, tetapi dengan pandemi yang kita harapkan segera berakhir, sedikit demi sedikit akan ada lagi turis Indonesia ke Korea, dan sebaliknya,” ungkapnya.
Sementara, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, Sulut dapat menjadi simpul penghubung antara Korea Selatan dan daerah-daerah lain di Indonesia.
Pasalnya, lama tempuh perjalanan dari Jeju ke Manado hanya sekitar lima jam, jauh lebih singkat ketimbang ke Jakarta yang dapat memakan waktu lebih dari 11 jam.
“Manado sangat mungkin menjadi hub. Dari Manado ke Bali, misalnya, kalau (penerbangan) langsung hanya sekitar 1,5 jam. Bisa lebih nyaman karena tidak makan waktu terlalu panjang,” jelasnya.
Para wisatawan dari Korea Selatan juga tak perlu khawatir kesulitan mendapatkan visa karena fasilitas visa saat kedatangan (visa on arrival/VOA) tersedia di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Infrastruktur terkait pariwisata juga sudah mumpuni, terutama hotel.
Ia meyakini, gelombang wisatawan dari Manado ke Korea Selatan akan sangat besar. Apalagi, menurut dia, terdapat beberapa kesamaan kultural antara Sulut dan Korea Selatan.
”Kalau di sini (Korea Selatan) banyak ginseng, di Sulut juga ada ginseng. Di sini ada soju, di Sulut ada cap tikus,” ujarnya berkelakar.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sulawesi Utara dan Jeju Air, maskapai penerbangan asal Korea Selatan, dilaksanakan di rumah Dubes Indonesia untuk Korsel di Seoul, Jumat (16/9/2022).
MoU itu ditandatangani oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Chief Executive Officer (CEO) Jeju Air Kim E-bae.
Acara yang disiarkan melalui konferensi video itu juga dihadiri Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri setelah ia menjadi pembicara dalam Jeju Peace Forum. (Kompas)










.jpg)
