- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Berharap PPU Tidak Ada Kekerasan Terhadap Perempuan

Keterangan Gambar : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Yusuf. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Yusuf, menyuarakan harapannya untuk mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten PPU.
Andi Yusuf berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak perempuan agar mereka terbebas dari tindak kekerasan, baik di lingkungan sosial maupun dalam rumah tangga.
Ia menilai, kekerasan terhadap perempuan masih menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian dan upaya dari semua pihak.
“Jangan ada lagi tindakan semena-mena yang dilakukan terhadap perempuan. Seperti yang kita tahu, saat ini tindakan kekerasan terhadap perempuan masih cukup tinggi,” ungkapnya.
Politisi Partai Golkar itu menekankan, pentingnya memperjuangkan martabat dan hak perempuan dalam berbagai aspek, termasuk dalam hal pendidikan. Dia menggarisbawahi bahwa kesetaraan dalam pendidikan merupakan langkah awal yang penting untuk memberdayakan perempuan dan mendukung mereka agar dapat berkontribusi secara optimal dalam masyarakat.
“Kesetaraan dalam pendidikan ini juga harus terus dilakukan,” ujarnya menegaskan.
Andi Yusuf berharap pemerintah daerah dapat menggencarkan program-program pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta mengedukasi masyarakat untuk lebih menghargai hak-hak perempuan. Langkah ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka kekerasan, tetapi juga membentuk lingkungan yang aman dan mendukung kemajuan perempuan di Kabupaten PPU.
“Saya berharap perempuan harus bangkit, melanjutkan perjuangan, baik untuk keluarga maupun bangsa dan negara,” pungkasnya. (*)










.jpg)
