- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Aris Mulyanata Ajak Remaja Tinggalkan Balap Liar, Fokus Pada Tadarus di Masjid

Keterangan Gambar : Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Aris Mulyanata. (Foto : ARD)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Maraknya aksi balap liar di bulan Ramadan menjadi perhatian serius bagi Anggota DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata. Ia mengimbau para remaja agar menyalurkan energi mereka ke kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat, terutama dalam suasana bulan suci.
“Adik-adik yang suka balap liar itu sebenarnya hanya kurang wadah untuk menyalurkan bakatnya. Sebaiknya mereka lebih mendekatkan diri ke kegiatan positif, seperti tadarus di masjid atau i’tikaf,” jelasnya.
Dirinya menyoroti bahwa fenomena balap liar sering kali muncul karena minimnya fasilitas atau kegiatan yang bisa menjadi alternatif bagi para pemuda. Oleh karena itu, menurutnya, penting bagi pemerintah untuk menyediakan wadah yang sesuai agar minat mereka tetap tersalurkan dengan aman dan terarah.
Selain mengajak para remaja untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, Aris juga mengusulkan agar pemerintah mengadakan kompetisi balap resmi yang lebih terorganisir.
“Daripada ugal-ugalan di jalan yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain, lebih baik dibuat kompetisi resmi saja,” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya kompetisi yang diselenggarakan secara profesional, tidak hanya keamanan yang lebih terjaga, tetapi juga bisa menjadi ajang bagi para pemuda untuk mengembangkan bakat mereka di dunia balap.
“Jangan hanya melarang, tapi kita juga harus menyediakan solusi. Jika ada kompetisi resmi, para remaja tidak perlu lagi turun ke jalan dan membahayakan keselamatan,” tegas Aris sapaan akrabnya.
Aris pun mengajak orang tua untuk ikut berperan dalam mengarahkan anak-anak mereka ke kegiatan yang lebih bermanfaat selama Ramadan.
“Kita semua punya peran dalam membimbing generasi muda. Kalau bisa diarahkan ke kegiatan yang lebih positif, kenapa tidak?,” tandasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
