- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Aris Mulyanata Ajak Remaja Tinggalkan Balap Liar, Fokus Pada Tadarus di Masjid

Keterangan Gambar : Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Aris Mulyanata. (Foto : ARD)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Maraknya aksi balap liar di bulan Ramadan menjadi perhatian serius bagi Anggota DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata. Ia mengimbau para remaja agar menyalurkan energi mereka ke kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat, terutama dalam suasana bulan suci.
“Adik-adik yang suka balap liar itu sebenarnya hanya kurang wadah untuk menyalurkan bakatnya. Sebaiknya mereka lebih mendekatkan diri ke kegiatan positif, seperti tadarus di masjid atau i’tikaf,” jelasnya.
Dirinya menyoroti bahwa fenomena balap liar sering kali muncul karena minimnya fasilitas atau kegiatan yang bisa menjadi alternatif bagi para pemuda. Oleh karena itu, menurutnya, penting bagi pemerintah untuk menyediakan wadah yang sesuai agar minat mereka tetap tersalurkan dengan aman dan terarah.
Selain mengajak para remaja untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, Aris juga mengusulkan agar pemerintah mengadakan kompetisi balap resmi yang lebih terorganisir.
“Daripada ugal-ugalan di jalan yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain, lebih baik dibuat kompetisi resmi saja,” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya kompetisi yang diselenggarakan secara profesional, tidak hanya keamanan yang lebih terjaga, tetapi juga bisa menjadi ajang bagi para pemuda untuk mengembangkan bakat mereka di dunia balap.
“Jangan hanya melarang, tapi kita juga harus menyediakan solusi. Jika ada kompetisi resmi, para remaja tidak perlu lagi turun ke jalan dan membahayakan keselamatan,” tegas Aris sapaan akrabnya.
Aris pun mengajak orang tua untuk ikut berperan dalam mengarahkan anak-anak mereka ke kegiatan yang lebih bermanfaat selama Ramadan.
“Kita semua punya peran dalam membimbing generasi muda. Kalau bisa diarahkan ke kegiatan yang lebih positif, kenapa tidak?,” tandasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
