Anggota DPRD PPU Sebut Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Wujudkan Indonesia Emas

By Redaksi 07 Okt 2024, 20:50:03 WIB DPRD PPU
Anggota DPRD PPU Sebut Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Wujudkan Indonesia Emas

Keterangan Gambar : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jhon Kenedy. (*)


ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jhon Kenedy, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas pada 2045. 

Menurut Jhon, upaya ini memerlukan dukungan konkret dari berbagai pihak agar dapat diwujudkan sesuai harapan. Baginya cita-cita Indonesia Emas akan sulit tercapai jika tidak ada dukungan berupa program yang jelas dan nyata. 

Ia menekankan bahwa keberhasilan Indonesia Emas tergantung pada upaya kolaboratif di semua lini, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Baca Lainnya :

Jhon menilai bahwa keberadaan Pancasila sebagai dasar negara memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan ketentraman bangsa Indonesia. Pancasila, katanya, adalah falsafah negara yang menjadi pemersatu dari berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia. 

“Di negara kita ini terdiri dari berbagai suku bangsa, tapi Alhamdulillah sampai sekarang masih terjaga harmonisasi antar suku,” ujar Jhon Kenedy. 

Jhon memandang Pancasila sebagai sumber nilai-nilai luhur bangsa. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, lanjutnya, merupakan refleksi dari kebijaksanaan bangsa Indonesia yang sarat dengan ajaran agama, adat istiadat, kebersamaan, kesetaraan, dan keadilan. Ia juga menyebut bahwa nilai-nilai ini adalah fondasi yang memampukan bangsa Indonesia untuk bebas dari penjajahan.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus bersyukur atas keberadaan Pancasila yang telah mempersatukan bangsa hingga kini. Jhon menegaskan bahwa di negara-negara lain yang hanya memiliki dua atau tiga kelompok etnis justru sering kali terjadi konflik. 

“Kita harus bersyukur, di luar negeri sana banyak yang hanya memiliki dua atau tiga suku sering ribut karena tidak memiliki falsafah seperti negara kita,” pungkasnya. (Adv) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.