- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Adjie Noval Dorong DLH Lebih Aktif Desak Tambahan Armada Sampah ke Pemda

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD PPU, Adjie Noval Endyar. (*)
ANALOGNEWS.id, PPU - Penanganan sampah rumah tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai belum optimal. Anggota Komisi III DPRD PPU, Adjie Noval Endyar, mengingatkan agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat tidak pasif dalam menyuarakan kebutuhan penguatan armada pengangkut sampah.
Menurutnya, langkah proaktif harus datang dari internal dinas teknis sendiri, bukan sekadar menunggu instruksi.
Baca Lainnya :
- Minim Koordinasi, DPRD PPU Pertanyakan Status Desa dan Warga di Kawasan IKN0
- Komisi II Dorong Evaluasi PJLP agar Tidak Rugikan Tenaga Kerja Lokal0
- Jhon Kenedy Dorong Pemerintah Tegas Instruksikan Gotong Royong Sampah dari RT0
- Program Bank Sampah Tak Akan Berhasil Tanpa Kesadaran Masyarakat0
- Syahrudin Sarankan Aktivitas UMKM dan Seni Dipindah dari Alun-Alun ke Stadion0
“Sebenarnya harus lebih kencang lagi dari kadis-nya itu meminta kepada Bupati atau Wakil Bupati agar menambah lagi untuk armada sampah,” ujar Adjie Noval dalam keterangannya.
Ia mencontohkan kondisi di Desa Giri Mukti, yang menurutnya patut dijadikan acuan karena sistem pengelolaan sampahnya berjalan cukup terstruktur.
Di sana, kesadaran warga untuk menyediakan tempat sampah di tiap rumah telah terbentuk, bahkan didukung dengan sistem pengangkutan terjadwal dua kali dalam sehari di masing-masing dusun.
“Contohnya gini aja lah. Kalau sebenarnya enggak mau susah masuk-masuk ke dalam rumah, kayak di Giri Mukti aja. Jadi, setiap rumah itu ada tong sampah,” kata Noval.
“Coba perhatikan itu di Giri Mukti. Setiap rumah itu ada tong sampah dan itu ada tiga dusun. Satu dusun itu dua kali pengangkutan sampah,” sambungnya.
Menurutnya, pola seperti inilah yang bisa diadopsi di kawasan permukiman lain di PPU jika didukung dengan jumlah armada yang memadai. Namun, hingga kini, ia melihat DLH masih terlalu pasif menyuarakan kebutuhan riil di lapangan kepada kepala daerah.
Padahal, jika pendekatan dilakukan secara aktif dan argumentatif, ia yakin Pemkab bisa merespons dengan menyiapkan tambahan armada melalui anggaran perubahan atau tahun berjalan. (*)










.jpg)
