- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Wakil Ketua DPRD Kaltim Bedah Tuntas Empat Konsensus Kebangsaan Bernegara

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun membedah secata tuntas mengenai empat konsensus kebangsaan dalam bernegara sebagai upaya pembekalan dan pemahaman untuk menciptakan ketentraman ditataran masyarakat.
Pemahaman empar konsensus dalam kebangsaan dan bernegara ini dibungkus dengan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) di Jalan Jendral Sudirman, Desa Tani Bakti, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kukar, Minggu (5/3/2023).
Dalam kegiatan tersebut Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menghadirkan narasumber tokoh pemuda Kaltim Ahmad Syahrul, dan dimoderatori oleh Tenaga Ahli Pimpinan DPRD Kaltim Rahmat Dermawan.
Baca Lainnya :
- Komisi I DPRD Kaltim Minta Pemprov Serius Selesaikan Ganti Rugi Lahan Warga di Jalan Nusyirwan Ismai0
- PP 12 Tahun 2023 Tentang Kemudahan Berusaha di IKN Disambut Baik Legislator DPRD Kaltim0
- Antisipasi Marak Korupsi di Tubuh Perusda, Ketua Komisi II Minta Dilakukan Pembenahan Direksi0
- APBD Kaltim Tahun 2023 Siapkan Rp 600 Miliar Untuk Penanganan Jalan dan Jembatan0
- Nidya Listiyono Harapkan Mahasiswa Menjadi Teladan Dari Penerapan Ilmu Pancasila0
Menurut Muhammad Samsun pentingnya wawasan kebangsaan dan mengulas 4 konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Apalagi, kata Samsun hampir semua suku di Indonesia ada di Provinsi Kaltim, sehingga penting untuk menyebarluaskan wawasan kebangsaan terhadap masyarakat agar budaya toleransi dan rukun bisa terus dilaksanakan oleh setiap warganegara.
“Kaltim ini mininya Indonesia, sukunya bermacam-macam, dari Dayak, Kutai, Jawa, Bugis, Banjar, Dayak, Batak, Papua, semua ada disini, semua hidup rukun, kenapa? Karena memahami keberagaman tersebut, 4 konsensus atau pilar telah dijalankan dengan baik,” ungkap Bendahara DPD PDI Perjuangan Kaltim tersebut.
Dengan pindahnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim maka seiring dengan pertambahan penduduk baru, maka pemahaman wawasan kebangsaan ini harus ditanamkan dari dari sekarang.
Selain itu, dirinya juga banyak membahas pembangunan non fisik, yakni pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kaltim, agar tak kala bersaing dengan SDM diluar Kaltim.
“Seperti dalam diskusi kita tadi, salah seorang masyarakat meminta untuk dibimbing, dikawal, diarahkan mengenai legalitas UKM, karena yang terjadi sekarang, untuk penyiapan makan pekerja IKN bukan didatangkan dari UKM Kukar, melainkan didatangkan dari Balikpapan. Nah, ini terkait persoalan legalitas, tentu kita dukung, bahkan kita telah jelaskan tadi, bagaimana mendapatkan legalitas, dari HAKI, sampai perijinan lainnya,” urai Samsun.
Samsun mengaku bahwa SDM di Kaltim tidak kalah bersaing dengan SDM diluar Kaltim. Namun jika tidak dibarengi pengakuan berupa legalitas, maka bisa tertinggal. Menyiapkan segala sesuatunya harus dimulai dari sekarang juga.
Tak hanya itu, kebutuhan pangan akan meningkat seiring dengan perpindakan IKN di Kaltim. Pasalnya dengan meningkatnya penduduk secara otomatis akan diiringi dengan kebutuhan pangan. Maka dari itu Samsun mendorong agar masyarakat terkhusus generasi muda untuk memulai bisnis di sektor pertanian
“Mindset kuno, kumuh dan lusuh sudah harus ditinggalkan. Berubah menjadi petani keren, dan bangga menjadi petani,” tegas Samsun.
Sementara itu, Camat Samboja Barat Burhanuddin melalui Sekretaris Kecamatannya menuturkan, sangat berterimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya dengan diadakannya sosialisasi wawasan kebangsaan tersebut di wilayahnya.
“Bayangkan, banyak yang tidak hafal Pancasila, apalagi tentang konsensus kebangsaan, inilah pentingnya kegiatan ini, menambah kuat rasa nasionalisme dan kebangsaan kita,” ungkapnya. (Ar/An/Adv)










.jpg)
