- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Skema Evaluasi APBD Dianggap Penting, Seno Aji Paparkan Strategi Mengantisipasi SiLPA

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Seno Aji
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menyebut fokus utama dari skema evaluasi terhadap penggunaan APBD adalah bagaimana menyusun strategi guna mengantisipasi terjadinya SiLPA alias Selisi Lebih Penggunaan Anggaran yang berlebihan terhadap APBD.
Seno Aji mendorong Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk bertanggung jawab atas tugas evaluasi ini.
Menurutnya, sektor pengadaan barang dan jasa memiliki potensi besar dalam mengurangi risiko terjadinya SiLPA pada APBD tahun 2024. Sehingga dalam hal ini kami mendorong proses lelang harus dijalankan secara efektif terutama pada proyek-proyek berskala besar.
Baca Lainnya :
- Hadapi Persaingan Pasar, Legislator Kaltim dorong UMKM di Kaltim Tingkatkan kualitas Produksi0
- Pansus Trantibumlinmas Lakukan Kunjugan Kerja Di Kota Bontang0
- Komisi IV DPRD Kaltim Kembali Bahas Draft Perubahan Perda PUG0
- Sejumlah Provinsi Bekerjasama Sukseskan Pembangunan IKN0
- Penempatan Guru P3K Tak Sesuai, Rusman Ya\'qub Dorong Perbaikan Sistem Dapodik0
Dalam upaya menangani potensi SiLPA, Seno mengungkapkan bahwa langkah-langkah pengadaan barang dan jasa yang lebih awal akan diimplementasikan, terutama untuk proyek-proyek besar.
Namun, ia juga menyadari bahwa kemungkinan terjadinya SiLPA yang signifikan masih ada pada tahun ini.
"Langkah pengadaan yang lebih awal perlu dievaluasi untuk memastikan bahwa pada pelaksanaan APBD 2024, perencanaan dapat lebih terstruktur," ungkap Seno aji, beberapa waktu lalu.
Ia pun meyakini bahwa langkah ini akan memberikan hasil positif pada tahun 2024. Kami telah mengalokasikan sekitar Rp675 miliar untuk mengatasi SiLPA dan yakin situasinya akan lebih optimal tahun depan," pungkasnya. (Adv/DPRD Kaltim)










.jpg)
