Sektor Pertanian Kaltim Harus Siap Suplai Kebutuhan Pangan IKN

By Redaksi 06 Nov 2024, 16:47:23 WIB DPRD Kaltim
Sektor Pertanian Kaltim Harus Siap Suplai Kebutuhan Pangan IKN

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo. (Foto: Fai)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Persiapan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) semakin menggeliat, dengan sektor pertanian menjadi salah satu aspek kunci untuk menjamin ketahanan pangan di daerah ini. 

Kementerian Pertanian telah meluncurkan berbagai konsep dan strategi untuk memodernisasi industri pertanian di Indonesia. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama bagi masyarakat Benua Etam yang harus menghadapi perubahan besar dalam cara bertani.

Sigit Wibowo, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, menilai bahwa pengelolaan pertanian di wilayah ini masih jauh dari optimal. Ia mengungkapkan pentingnya mempelajari keberhasilan pengusaha pertanian di luar negeri dalam mengelola lahan dan menggunakan teknologi pertanian modern. 

Baca Lainnya :

"Saya melihat bagaimana pengusaha pertanian di negara lain mengelola sumber daya mereka dengan baik, dari mempersiapkan lahan hingga alat yang diperlukan," ujar Sigit.

Masih bergantung pada metode tradisional, pertanian di Kaltim belum bisa berkembang secara maksimal. "Kita masih sangat bergantung pada tenaga manusia. Tanpa perubahan cara bertani, mustahil ada keinginan untuk berkembang, terutama di kalangan generasi muda," tambah Sigit, yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN). 

Sigit menekankan bahwa Kaltim memerlukan pasokan pangan yang cukup, terutama menjelang keberadaan IKN. Saat ini, wilayah ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, seperti Kalimantan Selatan, NTT, NTB, Jawa dan Sulawesi. 

Oleh karena itu, tata ruang pertanian harus segera disesuaikan dengan rencana pemindahan ibu kota. "Tata ruang pertanian harus disesuaikan dengan keberadaan IKN yang baru," ujar Sigit.

Ia juga menyebutkan bahwa inisiatif dari Sulawesi Selatan yang melakukan studi banding ke Kaltim untuk membahas penyesuaian tata ruang bisa memberikan dampak positif. 

"Mereka berusaha membahas penyesuaian tata ruang terkait pemindahan ibu kota, yang diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi pertanian di Kaltim," jelasnya.

Dengan semangat optimis, Sigit berharap para pengusaha pertanian di Kaltim dapat memaksimalkan potensi lahan yang ada. 

"Kita harus lebih agresif dalam berinvestasi di sektor pertanian. Jika pengusaha Kaltim mau bergerak dan berinovasi, seperti menanam padi, ubi, cokelat, dan lainnya dengan menggunakan mesin, hasilnya pasti akan berbeda dan lebih menjanjikan," kata Sigit.

Meski banyak tantangan yang harus dihadapi, Sigit tetap yakin bahwa dengan pembinaan yang tepat dan pemanfaatan teknologi, Kalimantan Timur dapat mencapai kemandirian pangan, terutama saat IKN mulai beroperasi. (Fai/Adv/DPRDKaltim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.