Cegah Perundungan di Sekolah, DPRD Kaltim Tekankan Peran Sekolah dan Orang Tua

By Redaksi 08 Nov 2024, 16:33:46 WIB DPRD Kaltim
Cegah Perundungan di Sekolah, DPRD Kaltim Tekankan Peran Sekolah dan Orang Tua

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. (Foto: Ist)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Perundungan di lingkungan pendidikan masih menjadi isu serius di Kalimantan Timur. Tak hanya berdampak pada mental, sering kali perundungan mendorong korban mengalami perubahan perilaku drastis, bahkan hingga tindakan ekstrem demi menghindarinya.

Mengamati fenomena ini, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyerukan pentingnya peran aktif sekolah dan orang tua dalam menekan kasus-kasus perundungan. Dalam pernyataannya, Ananda menegaskan bahwa perundungan adalah isu yang harus diatasi dengan sinergi yang kuat dari berbagai pihak.

"Saya sangat anti perundungan karena itu bisa melukai seseorang. Perundungan seakan sudah menjadi karakter buruk yang perlu kita hapuskan. Saya berharap pemerintah, khususnya sekolah dan orang tua, bisa memberi perhatian lebih pada persoalan ini," ujar Ananda, penuh harap.

Baca Lainnya :

Menurutnya, kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan aman bagi anak-anak. Tak sekadar mengawasi, Ananda berpendapat bahwa kedua pihak perlu terlibat aktif dalam upaya pencegahan, seperti memberikan edukasi tentang dampak perundungan sejak dini.

Sebagai salah satu langkah konkret, Ananda mengusulkan pembentukan tim satuan tugas (satgas) di sekolah-sekolah yang berfungsi sebagai pengawas dan pendamping siswa. 

Tim satgas ini, katanya, harus berada di bawah pengawasan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dengan kewenangan yang memadai untuk bertindak ketika kasus perundungan terdeteksi.

"Kalau ada tim satgas yang aktif mengawasi, siswa akan merasa lebih aman. Saya rasa pihak dinas juga harus diberi wewenang lebih dalam menangani kasus ini," tegas Ananda.

Di samping itu, Ananda juga menyoroti pentingnya peran sekolah dalam menanamkan pemahaman terkait bahaya perundungan. Ia berharap sekolah dapat menyediakan ruang yang nyaman bagi siswa, sedangkan orang tua di rumah tetap memantau dan membimbing anak-anak mereka, terutama dalam bersosialisasi.

"Kolaborasi antara sekolah dan orang tua adalah kunci utama untuk menciptakan lingkungan kondusif. Dengan begitu, anak-anak kita bisa tumbuh dan belajar tanpa takut menjadi korban perundungan," pungkas Ananda.

Usulan ini mendapat respons positif dari kalangan pendidik dan masyarakat yang berharap langkah-langkah preventif semacam ini dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat di Kaltim. (Fai/Adv/DPRDKaltim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.