- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Hamas Dorong Disdikbud Perhatikan Infrastruktur Sekolah di Daerah Terpencil Kaltim

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud.
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Menunjang infrastruktur pendidikan di beberapa wilayah terpencil Provinsi Kalimantan Timur nampaknya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, pun memberikan harapan besar terhadap dana yang disalurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ke setiap daerah.
Dia berharap dana tersebut akan menjadi solusi bagi permasalahan pendidikan di Benua Etam.
Baca Lainnya :
- Pembangunan Embung akan Menjadi Program Prioritas di Kaltim0
- Seno Aji Berikan Pemahaman Kepada Mahasiswa Fisip Unmul dalam Agenda Kuliah Umum0
- BBJPN Lakukan pertemuan Bersama Komisi III DPRD Katim, Bahas Infrasturktur Jalan di Kaltim0
- Tindaklanjuti Ranperda Trantibumlinmas, Pansus Lakukan Uji Publik di Kota Balikpapan0
- Bukan Kewenangan Provinsi, Veridiana Usulkan Bankeu untuk Perbaikan Jalan0
Hasanuddin Mas’ud juga mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk memberikan perhatian khusus kepada sekolah-sekolah yang masih kekurangan infrastruktur, terutama di daerah-daerah terpencil.
“Kami memiliki sekolah di mana jumlah guru sangat terbatas, dan ruang belajarnya masih sederhana. Penting bagi kami agar guru-guru terdistribusi secara merata di semua daerah,” tegasnya.
Permasalahan pendidikan di Kaltim masih menjadi salah satu prioritas utama yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah di berbagai kabupaten dan kota.
Menurut Hasanuddin, hingga saat ini beberapa sekolah di daerah tersebut belum memenuhi syarat dasar sarana prasarana pendidikan, seperti minimnya fasilitas ruang belajar, laboratorium, dan pusat penelitian.
“Realisasi implementasi ini baru tercapai di beberapa kabupaten dan kota saja,” ungkap pria kelahiran Balikpapan, 1 August 1973 ini.
Selain itu, politikus Partai Golkar ini juga percaya bahwa alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ini memiliki potensi untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dan infrastruktur pendidikan di Kaltim.
“Sekarang, tugas kita bersama adalah memberikan perhatian yang tepat kepada sektor pendidikan demi mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih baik di masa depan,” tandasnya. (Adv)










.jpg)
