- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Gagal Bunuh Istri, Kopda Muslimin Ditemukan Meninggal
Uang Buat Sewa Pembunuh Diduga Berasal dari Mertuanya

Keterangan Gambar : Kopda Muslimin ditemukan meninggal di rumah orangtuanya
ANALOGNEWS.id - Menjadi buronan paling dicari TNI-Polri seminggu belakangan, Kopral Dua (kopda) Muslimin akhirnya ditemukan tak bernyawa di rumah orang tuanya di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022) pukul 06.15 WIB.
Keberadaan tentara anggota Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kota Semarang tersebut jadi sorotan setelah dirinya ketahuan secara bengis menyewa orang untuk membunuh istrinya sendiri, RW (34). Temuan ini menjadi penutup pahit kasus tersebut.
Tewasnya Kopda Muslimin telah dikonfirmasi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman. Namun, baik polisi maupun tentara belum bisa menyebut penyebab kematiannya karena masih menunggu hasil autopsi. Jenazah pria itu kini berada di RS Bhayangkara Semarang.
Baca Lainnya :
- Ditolak, Pria di Bontang Pukul Mantan Istri Hingga Pingsang Lalu Bawah Kabur Motor0
- Sering Nyabu di Kantor, Dua Hakim di Banten Ditangkap Polisi0
- Penemuan Mayat di Toko Distro Gegerkan Warga Bontang 0
- Untuk Biaya Hidup, Pria di Bontang Kaltim Tega Gadaikan Motor Temannya0
- Mahasiswa Aksi Peringati Tragedi Trisakti 12 Mei 19980
“Betul [Kopda Muslimin tewas]. Akan dilaksanakan otopsi dan visum et repertum untuk mengetahui penyebab kematiannya,” ujar Dudung dilansir Kompas.
Dugaan terkuat saat ini adalah bunuh diri menggunakan racun, diindikasikan dari Kopda Muslimin yang sempat muntah-muntah sebelum meninggal.
Kronologi Kopda Muslimin akhirnya ditemukan tewas disampaikan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi. Mulanya Kopda Muslimin datang ke rumah orang tuanya tersebut menggunakan sepeda motor pada pukul 05.30 WIB.
Di hadapan orang tuanya, pria tersebut meminta maaf atas perbuatannya, yang dibalas dengan nasihat agar ia menyerahkan diri. Setelah itu Kopda Muslimin berbaring di tempat tidur, dan tak lama kemudian muntah-muntah. Pada pukul 07.00 ia didapati meninggal dunia.
Pada 18 Juli lalu, Muslimin dengan sadis menyewa empat eksekutor untuk membunuh istrinya sendiri, berinisial RW. Percobaan pembunuhan itu terekam CCTV, memperlihatkan eksekutor menembak RW dua kali pada bagian perut di depan anak korban yang masih SD.
Korban selamat, sedangkan keempat eksekutor dan satu penyedia senjata api telah tertangkap. Kopda Muslimin sempat mengantar istrinya ke rumah sakit, namun kemudian lenyap.
Motif percobaan pembunuhan diduga karena Muslimin ingin hidup bersama pacar barunya tanpa harus mengurus perceraian, mengingat institusi TNI dan Polri memandang buruk perceraian anggotanya, terlebih perceraian karena perselingkuhan.
Pacar Muslimin berinisial W bersaksi, pria itu sempat mengajaknya pergi ke suatu tempat setelah penembakan dilakukan, namun ajakan tersebut ditolak W.
Kebejatan Kopda Muslimin tidak hanya sampai di situ. Komplotan eksekutor mengaku diperintah menembak kepala si istri, namun gagal mereka lakukan karena tak tega. Muslimin yang rupanya mengintai eksekusi itu entah dari mana, lalu memerintahkan mereka putar balik dan kembali menembak. Namun, masih gagal. Akibatnya para pembunuh ini dimarahi oleh pelaku.
“Saya tidak tega tembak kepala, soalnya kenal dengan ibu itu. Terpaksa saya tembak bagian perutnya,” kata Sugiono alias Babi, eksekutor penembakan, dilansir Merdeka.
“Bang Muslimin marah-marah, kami diminta putar balik. Posisi Bang Muslimin ketika telepon posisinya saya kurang tahu di mana,” imbuhnya.
Komplotan eksekutor juga mengaku dibayar Rp120 juta oleh Muslimin. Brengseknya, uang sebanyak itu didapat Muslimin dari mertuanya, alias orang tua korban.
Berdasarkan penuturan salah satu saksi yang bekerja sebagai perawat burung peliharaan pelaku, ia diminta Muslimin menagihkan uang Rp120 juta kepada mertuanya dengan alasan kebutuhan biaya rumah sakit untuk RW yang habis ditembak.
Tidak lama berselang, Muslimin menyuruh sang saksi kembali meminta uang tambahan Rp90 juta dengan alasan uang yang sebelumnya tidak cukup.
Ternyata, Rp120 juta itu untuk membayar eksekutor, sementara Rp90 juta untuk melarikan diri. Sampai berita ini ditulis, RW masih dirawat di RSUP dr. Kariadi Semarang.










.jpg)
