- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Ely: Tenaga Kerja Kaltim Minim Ruang dalam Pembangunan IKN

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid menyayangkan tenaga kerja lokal masih tidak dilibatkan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Padahal seharusnya pembangunan ini berdampak positif dalam rangka untuk menyejahterakan masyarakat di Kaltim.
“Libatkan lah tenaga kerja kita dalam pembangunan di wilayah IKN. Misalnya, seperti mes di IKN, ini tiba-tiba sudah selesai dibangun," ucap Ely, Kamis (23/2/2023).
Menurutnya masyarakat di Kaltim masih kurang terakomodasi dalam keterlibatan tersebut. Ia mengatakan, Jika kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berpengaruh pada hal ini maka seharusnya pemerintah bisa memberikan program pelatihan khusus bagi generasi muda.
Baca Lainnya :
- Edy Sunardi Ingatkan Ranperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Harus Manfaatan Teknologi0
- Komisi II Soroti Kinerja Perusda0
- Potensi Penambahan PAD dari Pengurangan Emisi Karbon, Sutomo: Kaltim Beruntung0
- Wacana Pembangunan Teras Samarinda Diapresiasi Anggota DPRD Kaltim0
- Infrastruktur Minim Sebabkan Banyaknya Desa Tertinggal di Kaltim0
"Harusnya beri pelatihan. Khususnya, yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan supaya mereka dapat terlibat dalam proyek IKN," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Ely mendorong agar warga Kaltim dapat lebih terlibat dan berkontribusi. Sehingga, mereka turut merasakan dampak positif dari hadirnya IKN.
Ely juga meminta pemerintah bisa membuat sebuah program atau pelatihan khusus yang berhubungan dengan peningkatan kualitas SDM tenaga kerja lokal.
"Kita harus memikirkan bagaimana anak-anak Kaltim bisa terlibat dan merasakan hasilnya dari pembangunan IKN,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga diminta perlu melakukan screening, pendataan dan pencanangan regulasi terkait keterlibatan pengusaha lokal Benua Etam dalam IKN. Tujuannya, tidak lain untuk mengetahui dengan rinci partisipasi hingga serapan ekonomi pengusaha lokal.
“Jika perlu buat aturan dalam rangka melibatkan tenaga kerja lokal. Kita atur jumlah perusahaan lokal yang terlibat dalam IKN. Saya ingin kita semua bisa ikut berperan, terlibat dan kebagian hasilnya di IKN ini. Supaya tidak terdengar lagi nada-nada miring soal tenaga kerja,” pungkasnya. (Ar/An/Adv)










.jpg)
