- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Dewan Kritik Progres Lamban Pembangunan Jembatan di Kecamatan Telen

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur, Yan Ipui
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur, Yan Ipui, melontarkan kritik tajam terhadap lambatnya progres pembangunan jembatan di Kecamatan Telen. Proyek multi years yang bertujuan membangun jembatan penghubung antara Desa Juk Ayaq dan Muara Pantun ini, menurutnya, tidak sesuai harapan karena proses pengerjaannya sangat lamban.
“Sangat disayangkan. Jembatan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat di daerah tersebut,” ungkap Yan Ipui saat ditemui di kantor DPRD Kutim. Politikus dari Partai Gerindra ini menyoroti bahwa salah satu penyebab keterlambatan adalah penyerapan anggaran tahun 2023 yang dinilai tidak optimal. Proyek ini, yang direncanakan menelan biaya Rp 52 miliar, seharusnya sudah mencapai kemajuan yang signifikan.
Yan Ipui menekankan bahwa pembangunan jembatan sepanjang 100 meter ini harus dipercepat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pemerintah, melalui dinas terkait, diharapkan untuk memaksimalkan progres pembangunan dan menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu yang ditetapkan dalam skema MoU antara pemerintah dan DPRD.
Baca Lainnya :
- Yan Ipui Dorong Pelatihan untuk Petani di Kutai Timur0
- Kadis DPM-PTSP Bontang: Pemohon Izin Usaha Modern Butuh Rekomendasi Dinas Terkait0
- Izin Usaha Toko Modern DPM-PTSP Bontang dan Masa Berlaku0
- Gelombang Darat di Tama Pole Mulai Bisa Diatasi, Wabup Kukar Tinjau Langsung Kondisi Jalan0
- DPM-PTSP Bontang Tingkatkan Pengawasan Pelaku Usaha0
“Jika anggaran tidak terserap dengan baik, Kutai Timur berisiko mengalami sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) yang bisa berdampak pada proyek-proyek lainnya,” jelas Yan. Ia juga mengingatkan bahwa keterlambatan pengerjaan proyek sering terjadi setiap tahunnya, sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja penyelenggaraan dan pelayanan pembangunan.
Yan Ipui menyerukan agar pemerintah daerah melakukan perubahan mendasar dalam pelaksanaan program pembangunan untuk memastikan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan. “Penting untuk melakukan evaluasi secara konsisten dan mencari solusi agar masalah keterlambatan ini tidak terulang,” tandasnya.
Sementara itu, masyarakat di Kecamatan Telen harus bersabar menunggu selesainya pembangunan jembatan yang diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi aktivitas sehari-hari mereka. (Adv)

Views: 762










.jpg)
