- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
David Rante Dorong Penataan Aset Daerah Kutai Timur dengan Sistem Terintegrasi

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur, David Rante
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Anggota DPRD Kutai Timur, David Rante, menyoroti pentingnya penataan aset daerah dengan sistem yang lebih terintegrasi dan terpercaya. Menurutnya, pemerintah perlu meningkatkan pencatatan aset-aset seperti tanah dan kendaraan untuk memastikan pengelolaan yang efisien dan transparan.
David Rante mengemukakan bahwa catatan aset daerah, baik yang bergerak maupun tidak, menjadi hal krusial yang perlu diselesaikan dengan baik.
"Pencatatan aset daerah, seperti tanah dan kendaraan, merupakan catatan penting yang harus diselesaikan dengan baik," katanya.
Baca Lainnya :
- Jas dan Pin Emas 40 Anggota DPRD Baru Kutim Telah Siap, Dilantik 14 Agustus0
- Soal SIP Perawat, DPM-PTSP Bontang Sebut Sudah Sesuai Aturan0
- Faisal Rachman Dorong Subsidi Pupuk dan Pemasaran untuk Meningkatkan Produksi Pertanian di Kutai Tim0
- Faizal Rachman Ungkap Proyeksi Pendapatan Daerah Kutai Timur dalam Rapat Banggar Tahun 20250
- Novel Tyty Paembonan Perjuangkan Transparansi Penyaluran Beasiswa, Harus Adil dan Tepat Sasaran0
Ia menyoroti masalah utama terkait kendaraan sebagai aset bergerak yang tidak tercatat dengan baik dapat menghambat proses pengadaan kendaraan di masa depan.
"Yang paling krusial adalah catatan harta bergerak, terutama kendaraan. Masalah ini dapat menghambat pengadaan kendaraan di masa mendatang," tambahnya.
David juga menekankan bahwa ketidaktertiban dalam pencatatan aset dapat menghambat operasional di lapangan, di mana kendaraan sangat dibutuhkan untuk tenaga pengajar dan layanan kesehatan di daerah terpencil.
Untuk mengatasi permasalahan ini, David mengusulkan perlunya sistem pencatatan yang lebih terintegrasi dan efisien. "Kita membutuhkan sistem pencatatan yang terintegrasi dan efisien untuk memastikan setiap aset dapat terkelola dengan optimal," paparnya.
Dengan pendekatan ini, David berharap bahwa pemerintah dapat meningkatkan transparansi dan pengelolaan aset daerah secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan mendukung efisiensi operasional dan pelayanan publik di Kutai Timur. (Adv)

Views: 618










.jpg)
