- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Abaldus Badu Soroti Ketimpangan Harga Beras dan BBM di Kutai Timur

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur, Abaldus Badu
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur, Abaldus Badu, mengungkapkan keprihatinan terkait perbedaan harga yang mencolok di wilayah Kecamatan Karangan dibandingkan kecamatan lain.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, harga beras 25 kilogram di Karangan mencapai Rp 540 ribu, sedangkan bahan bakar minyak (BBM) dijual seharga Rp 23 ribu per liter. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga di kecamatan lain seperti Kaubun, di mana BBM hanya sekitar Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu per liter.
Abaldus Badu menilai ketimpangan harga ini sangat membebani warga Karangan dan mengharapkan agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk meratakan harga di seluruh wilayah Kutai Timur.
“Perbedaan harga ini disebabkan oleh sistem distribusi yang belum merata antar kecamatan. Pemerintah daerah harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Badu.
Politikus dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini juga mengingatkan bahwa ketidakmerataan harga tidak hanya berdampak pada Karangan, namun mungkin juga terjadi di kecamatan lain. Ia berharap agar intervensi dari pemerintah dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat dan memastikan harga-harga kebutuhan pokok tidak memberatkan rakyat.
Dengan kondisi harga yang sangat bervariasi, Badu menekankan pentingnya perhatian dan kepedulian pemerintah agar kesejahteraan masyarakat dapat lebih terjamin dan merata. (Adv)
Baca Lainnya :
- Dewan Kutai Timur Usulkan Pendekatan Sosial untuk Selesaikan Sengketa Lahan0
- Dewan Kutim Kecewa, Anggaran Pendidikan Dialihkan Tanpa Pemberitahuan0
- Dewan Kutai Timur Soroti Koordinasi OPD yang Menghambat Pelaksanaan Program0
- Dewan Kutai Timur Soroti Penyerapan Anggaran yang Belum Optimal0
- Ketua DPRD Kutai Timur Desak Dinas Pendidikan Perbaiki Sosialisasi Beasiswa0

Views: 519










.jpg)
