- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Syarifatul Syadiah Dengar Aspirasi Masyarakat Berau: Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Sorotan

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah saat menggelar reses di Kabupaten Berau. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, BERAU – Reses yang dilaksanakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah, pada 31 Oktober hingga 7 November 2024, menjadi momen penting bagi masyarakat di Kampung Buyung-Buyung, Talabar dan Tanjung Batu, Kabupaten Berau.
Dalam kesempatan ini, Syarifatul mendengarkan langsung berbagai keluhan dan aspirasi yang disampaikan oleh warga, dengan fokus utama pada masalah infrastruktur dan perekonomian.
Salah satu keluhan utama yang mencuat dari masyarakat adalah kondisi jalan yang rusak parah. Jalan yang menghubungkan kampung-kampung tersebut telah lama tidak diperbaiki, sehingga menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Jarak antar kampung cukup jauh, dan bisa dibayangkan bagaimana sulitnya jika harus melintasi jalan yang rusak,” ungkap Syarifatul, yang menyampaikan kekhawatiran masyarakat terkait buruknya infrastruktur yang menjadi urat nadi kehidupan mereka.
Tak hanya masalah infrastruktur, kelangkaan gas LPG 3 kg juga menjadi isu yang cukup serius. Banyak ibu rumah tangga yang mengeluhkan kesulitan dalam mendapatkan gas elpiji, yang merupakan kebutuhan pokok untuk memasak sehari-hari.
“Gas itu keperluan untuk memasak setiap hari, kalau langka bagaimana?” ujar Syarifatul dengan nada prihatin. Bagi banyak keluarga, kelangkaan gas ini menambah beban hidup mereka yang sudah cukup berat.
Sementara itu, masyarakat setempat juga mengutarakan keinginan untuk memperoleh pelatihan keterampilan, terutama bagi ibu rumah tangga. Mereka berharap ada program pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan keluarga. Salah satu yang diusulkan adalah pelatihan tata boga dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Pelatihan ini sangat dibutuhkan untuk membuka peluang usaha baru dan meningkatkan keterampilan di kalangan ibu rumah tangga,” tambah Syarifatul.
Selain itu, beberapa ibu rumah tangga juga mengusulkan untuk membentuk kelompok petani sayur dan pelatihan menjahit. Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan sekaligus mendorong ekonomi lokal agar lebih berkembang.
“Ini langkah yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menggerakkan perekonomian di tingkat lokal," kata Syarifatul.
Para petani di daerah tersebut juga tidak ketinggalan menyampaikan keluhan terkait keterbatasan pasokan pupuk yang mempengaruhi produktivitas pertanian mereka.
Mereka berharap adanya bantuan pupuk yang dapat meningkatkan hasil panen serta memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat petani di Kabupaten Berau.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Syarifatul Syadiah berkomitmen untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Berau di tingkat DPRD Kaltim.
“Saya akan membawa aspirasi ini ke DPRD dan terus berjuang untuk memastikan kebutuhan masyarakat Berau bisa terakomodir dengan baik,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan reses seperti ini akan terus dilakukan secara rutin agar dirinya bisa lebih memahami langsung permasalahan yang dihadapi masyarakat. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
