- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Raup Muin Sebut Festival Nondoi Belian Harus Jadi Agenda Nasional

Keterangan Gambar : Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Festival Nondoi Belian Adat Paser tahun 2024 mendapatkan apresiasi tinggi dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin.
Raup Muin mengaku bangga dengan gelaran yang berhasil merefleksikan identitas budaya lokal PPU ini. Ia menekankan pentingnya acara ini sebagai wadah pelestarian tradisi sekaligus alat pemersatu antar berbagai suku di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, acara ini sudah menjadi agenda rutin kabupaten. Budaya seperti ini merupakan perekat bangsa, jadi kita berharap kegiatan ini terus berlanjut dan berkembang setiap tahun,” ungkap Raup Muin.
Baca Lainnya :
- Peningkatan Kualitas Tenaga Penyuluh Pertanian Sangat Mendesak0
- DPRD PPU Desak Pendataan Pelajar Berprestasi Demi Dukungan Tepat Sasaran0
- Anggota DPRD PPU Dorong Peningkatan Kualitas dan Jumlah Tenaga Penyuluh0
- DPRD PPU Inginkan Kebersihan Toilet Sekolah Jangan Diabaikan0
- Dewan Tekankan Kinerja ASN untuk Pelayanan Warga PPU0
Festival Nondoi Belian, yang sarat dengan ritual adat dan seni budaya, telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat PPU. Tak hanya sekadar tontonan, festival ini juga mengundang partisipasi berbagai kalangan, menciptakan suasana kebersamaan yang kuat.
Raup Muin menambahkan bahwa festival ini seharusnya diangkat ke panggung yang lebih besar, yakni menjadi agenda berskala nasional.
“Saya kira ini perlu didorong menjadi agenda nasional, agar menteri dan bahkan presiden bisa hadir dalam kegiatan tersebut,” ujarnya.
Ia meyakini, dengan mengangkat status festival ini ke tingkat nasional, daya tariknya akan semakin luas dan berpotensi mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah di luar PPU.
Namun, Raup Muin menyadari bahwa langkah ini bukanlah perkara mudah. Untuk mencapai status agenda nasional, semua pihak terkait harus berkolaborasi dan mengerahkan kemampuan terbaik mereka. Mulai dari pemerintah daerah, komunitas budaya, hingga para seniman lokal perlu bersatu dalam mengemas festival ini secara lebih menarik dan profesional.
“Harapan kita kegiatan itu dipoles secantik dan sebaik mungkin. Ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki agar nantinya festival ini bisa lebih sempurna,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa konten acara perlu ditata dan disempurnakan agar bisa bersaing di kancah yang lebih luas. Dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan, festival ini bukan hanya menjadi cerminan kebanggaan lokal, tetapi juga ikon budaya yang mengundang perhatian nasional.
“Festival Nondoi Belian, yang selama ini sukses mempererat hubungan antarsuku dan menjadi simbol harmoni, mampu terus berkembang dan membawa nama Kabupaten PPU ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Adv)










.jpg)
