- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Nidya Listiyono Sebut Peralihan Bangunan Hotel Atlet Menjadi Perpustakaan Tidak Tepat

Keterangan Gambar : Nidya Listiyono anggota DPRD Kaltim.
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wacana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengalihfungsikan bangunan hotel atlet menjadi perpustakaan mendapatkan sorotan dan respon dari beberapa pihak.
Hal tersebut pun tak luput mendapat sorotan dan respon dari Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono yang mengatakan bahwa, bangunan hotel atlet tidak cocok digunakan menjadi perpustakaan.
“Saya harus bilang, bukan saya tidak mendukung terhadap kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk pindah. Saya mendukung, apalagi kondisinya memang sudah tidak layak karena sering terkena banjir,” ujar Nidya, belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Sutomo Jabir Minta Pemprov Prioritaskan Infrastrukur Jalan di Daerah Tertinggal0
- Tanggulangi Terorisme dan Faham Radikal, Polda Kaltim Gencar Sosialisasi0
- Aksi Demo Warnai HUT ke-24 Kutai Timur, 5 Mahasiswa Diangkut Polisi0
- HUT Kota Bontang ke-24 Dimeriahkan 2000 Penari Jepen0
- Upacara Harhubnas 2023, Kepala KSOP Bontang Ajak Insan Perhubungan Terus Berinovasi0
Politisi Golkar ini juga menyampaikan, memindahkan perpustakaan ke hotel atlet di kawasan GOR Kadrie Oening bukan hal yang tepat. Alasannya, kondisi hotel atlet yang sejak awal didesain untuk hotel atau penginapan para atlet.
“Menurut saya tidak cocok. Lebih baik dibangunkan yang baru untuk gedung Dinas Perpustakaan. Usulkan saja, saya mendukung,” papar Nidya.
Hotel atlet yang terletak di Kelurahan Sempaja itu jadi perbincangan DPRD dengan pihak pemerintah. BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) menilai bangunan itu termasuk aset Pemprov Kaltim yang tidak memiliki nilai ekonomis. Namun, menurut DPRD hotel itu bisa dikelola sendiri, apakah melalui Perusda atau dikerjakan dengan pihak swasta. (Adv/DPRD Kaltim)










.jpg)
