- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Menanam Harapan untuk Pemuda Paser, Abdurahman KA Sosialisasian Perda Kepemudaan

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Abdurahman KA saat menggelar Sosper Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Kepemudaan, di Kelurahan Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. (Foto: HUMAS Sekretariat DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, PASER - Sebuah pertemuan sederhana berubah menjadi titik awal bagi harapan-harapan besar bagi pemuda di Kabupaten Paser. Di salah satu sudut JalanDI Panjaitan, para pemuda berkumpul untuk mendengarkan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kepemudaan.
Abdurahman KA, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), menginisiasi kegiatan ini sebagai upaya untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam memberdayakan pemuda Paser.
“Sosialisasi ini bukan hanya sekedar wacana,” ujar Abdurahman KA di hadapan para pemuda yang hadir.
Baginya, Perda Kepemudaan yang sudah diberlakukan sejak tahun lalu adalah landasan penting bagi pengembangan pemuda di Paser namun tetapi penerapannya masih jauh dari sempurna.
"Undang-undangnya sudah ada sejak 2009, Perdanya juga sudah dibuat sejak 2022, namun belum maksimal terlaksana,” lanjutnya, penuh harap agar regulasi ini tak berhenti di atas kertas.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Abu Sujak, seorang aktivis pemberdayaan masyarakat yang berbicara tentang pentingnya peran pemuda. Ada juga Zulfikar Yuliskantin, perwakilan dari generasi Gen Z, yang menyuarakan aspirasi kaum muda. Khairunnisa, bertindak sebagai moderator, mengarahkan diskusi yang berlangsung dengan suasana hangat namun penuh makna.
Abdurahman menyampaikan bahwa Perda Kepemudaan ini harus menjadi jalan bagi pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, bukan sekadar aturan yang berhenti di meja pemerintah.
Ia merinci beberapa poin penting dalam Perda ini antara lain, pemberdayaan pemuda, pengembangan potensi, hingga pembentukan organisasi yang bisa menjadi wadah bagi generasi muda untuk bersuara dan berkontribusi dalam masyarakat.
“Pemuda akan menjadi pemimpin masa depan. Harapannya, dengan adanya sosialisasi ini, mereka di Paser dan Kalimantan Timur mendapat perhatian serius dari pemerintah,” kata Abdurahman, suaranya tegas namun bersemangat.
Sebagai anggota Fraksi PKB Kaltim, Abdurahman pun menekankan bahwa pemuda membutuhkan ruang untuk berkembang, baik itu dalam bentuk fasilitas maupun dukungan program.
“Semoga pemerintah lebih jelas dalam menyediakan ruang-ruang dan fasilitas kepemudaan di tiap kelurahan atau kecamatan untuk mengembangkan potensi mereka,” ungkapnya.
Di sisi lain, Abu Sujak menyoroti bagaimana Perda ini adalah bentuk pengakuan atas pentingnya peran pemuda dalam membangun masa depan.
“Perda ini bisa menjadi alat bagi pemuda untuk menjadi agen perubahan dan pengawas sosial,” jelasnya.
Bagi Abu, pemuda bukan sekadar penonton dalam pembangunan daerah, melainkan penggerak yang siap membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.
Zulfikar Yuliskantin, perwakilan Gen Z, turut mengingatkan betapa panjangnya sejarah peran pemuda dalam membentuk identitas bangsa Indonesia.
Ia menyebut momen Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 sebagai tonggak sejarah yang menunjukkan peran strategis pemuda jauh sebelum kemerdekaan.
“Pemuda sudah berperan penting sejak dulu, dan itu harus kita lanjutkan,” katanya.
Diskusi ini bukan hanya tentang regulasi, tetapi juga panggilan bagi pemuda Paser untuk terlibat dalam pembangunan daerah. Abdurahman, Abu dan Zulfikar seolah menggambarkan sosok pemuda yang diimpikan oleh Perda ini yakni pemuda yang kreatif, peduli dan siap membawa perubahan positif.
Dengan dukungan dan ruang yang memadai, mereka berharap pemuda Paser bisa menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki visi, tetapi juga nyali untuk membuat perbedaan.
Kegiatan ini pun diakhiri dengan semangat yang terasa lebih kuat dari sebelumnya. Bagi mereka yang hadir, sosialisasi ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi janji untuk masa depan Paser yang lebih cerah, di tangan para pemuda yang siap membawa perubahan. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
