- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Membangun Generasi Muda Berkualitas di Era Digital

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi. (Foto: HUMAS Sekretariat DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin pesat, generasi muda di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi fokus perhatian Muhammad Darlis Pattalongi, Anggota DPRD Kaltim. Baginya, pembinaan kepemudaan tidak hanya sekadar membekali pengetahuan, tetapi juga membangun karakter berbasis nilai moral yang kuat.
"Di era digital, tantangan pemuda tidak hanya soal menguasai ilmu pengetahuan. Nilai-nilai etika dan adab juga sangat penting untuk membentuk karakter mereka," ujar Darlis dalam sebuah wawancara belum lama ini.
Darlis, politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), menyoroti risiko perkembangan teknologi yang sering kali membawa pengaruh negatif terhadap moral generasi muda. Menurutnya, kecerdasan intelektual tanpa landasan etika hanya akan menghasilkan potensi yang tidak maksimal.
"Ilmu pengetahuan dan etika harus berjalan berdampingan. Ini adalah kombinasi penting untuk memastikan pemuda tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang baik," tegas Darlis.
Dalam pandangannya, pembinaan generasi muda adalah tanggung jawab bersama. Darlis menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk berkolaborasi menciptakan generasi yang berkualitas.
"Pembentukan karakter pemuda adalah tugas bersama. Keluarga memiliki peran fundamental, tetapi masyarakat dan pemerintah juga harus mendukung dengan memberikan lingkungan yang kondusif," tambahnya.
Darlis, yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim 1 Samarinda pada Pemilu Legislatif 2024, mengingatkan bahwa tugas ini tidak boleh hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan atau instansi pemerintah. Dengan raihan suara 10.902, ia merasa tanggung jawab untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya terkait pengembangan generasi muda.
Darlis juga menyoroti perlunya regulasi yang mendukung pembinaan pemuda. Ia mendorong pemerintah untuk menyediakan fasilitas yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, baik dalam bidang pendidikan maupun kegiatan yang membangun karakter.
"Pemerintah perlu memastikan adanya regulasi yang tepat serta fasilitas yang memadai, agar pembinaan pemuda berjalan optimal," katanya.
Berbekal pengalaman sebagai anggota DPRD Kaltim pada periode 2004-2009 dan 2009-2014, Darlis berkomitmen untuk terus mendorong program-program strategis yang mendukung kemajuan generasi muda di Kaltim.
Menurutnya, dengan kolaborasi semua pihak, generasi muda Kaltim tidak hanya akan menjadi penerus pembangunan daerah, tetapi juga menjadi pilar bangsa yang bermoral dan berdaya saing di tingkat global. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
